Hukum & Kriminal

Cegah Maling, Wadek II FISIP Unair Usulkan Mahasiswa Piket Rutin

Wakil dekan II FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Airlangga, Tuti Budi Rahayu

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil dekan II FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Airlangga, Tuti Budi Rahayu mengusulkan adanya piket rutin dari mahasiswa pasca terjadinya pencurian tiga buah tas yang berisikan laptop di Musala FISIP.

Piket rutin ini ditujukan untuk mencegah teror pencurian tas dan laptop seperti pada Selasa (25/06/2019). Menurutnya, hal ini ditujukan untuk melakukan pengetatan keamanan sekaligus kontrol berupa peran aktif mahasiswa.

Untuk hal ini, Tuti berujar bahwa mahasiswa ikut berperan andil untuk ikut menjaga keamanan bersama. “Karenanya, bisa dibuat satgas lah untuk hal ini, khususnya melibatkan remus (remaja musala) ataupun SKI (Sie Kerohanian Islam) dan ormawa yang ada di FISIP” ucap Tuti saat ditemui di ruanganya pada Jumat (28/06/2019).

Meskipun demikian, dosen departemen Sosiologi ini belum bisa memutuskan keterlibatan mahasiswa dalam mengadakan piket rutin di Musala. Dengan alasan, masih banyak mahasiswa yang liburan di kampung halamnya.

Tuti menegaskan bahwa pihaknya sudah mengupayakan fasilitas CCTV dari berbagai sudut. Namun, ia juga tidak bisa memungkiri bahwa adanya CCTV tidak bisa menangkap para pencuri secara langsung.

Akan tetapi, dirinya dan pihak fakultas mengetahui bahwa pelaku pencurian tiga tas tersebut bukanlah warga FISIP atau dari elemen mahasiswa. “Dia itu orang luar, bukan elemen FISIP”, tutur Tuti.

Risyad Fahlevi, Presiden BEM FISIP juga menghimbau kepada rekan-rekanya. Dalam hal ini dirinya menjelaskan jika adanya kasus pencurian adalah karena adanya kesempatan.

“Yaa, karena ada kesempatan aja. Kesempatan itu bisa muncul bisa karena lengahnya pengawasan baik dari penjaga atau pemilik barang tertentu. Sehingga niat dan tindakan buruk pencuri terakomodasi dengan kesempatan tersebut”, ucap Risyad.

Kedepanya, pihak FISIP sendiri akan memperketat keamanan dan banyak memberikan himbauan untuk mencegah kejadian pencurian ini terulang.

Tuti, selaku Wadek II FISIP ini menginformasikan bahwa mahasiswa (korban) sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian (juf/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar