Hukum & Kriminal

Cafe di Tuban Digrebek, Disinyalir Sediakan Karaoke Liar

Tuban (beritajatim.com) – Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban melakukan penggrebekan terhadap sebuah cafe Barat Ketigo (BK) yang berada di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis (11/4/2019).

Cafe yang diketahui milik dari oknum Kepala Desa (Kades) tersebut disinyalir menyediakan room untuk tempat karaoke secara illegal yang sudah cukup lama beroperasi. Saat digrebek cafe tersebut tidak sedang melakukan operasi karaoke dan sejumlah peralatan untuk karaoke sudah bersih.

Data yang dihimpun beritajatim.com, penggrebekan cafe dan juga warung milik seorang Kades itu berawal dengan adanya laporan masyarakat. Yang mana di cafe Barat Ketigo tersebut juga menyediakan room atau ruangan untuk karaoke.

“Pemilik tempat cafe ini adalah Hari Winarko. Kita mendapatkan informasi jika terdapat tempat karaoke di cafe itu,” terang Heri Muharwanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Kabupaten Tuban.

Penggrebekan itu langsung dipimpin oleh Kasatpol PP Tuban dengan meninjau lokasi cafe milik oknum Kades tersebut. Saat sampai di lokasi cafe itu petugas mendapati dua room atau ruangan yang memang seperti layaknya untuk tempat karaoke.

“Kita temukan ada dua room. Ketika kita sampai di lokasi sudah tidak ditemukan adanya aktivitas karaoke. Bahkan perlengkapan karaoke yang ada di ruangan sudah tidak terpasang semua, tinggal meja kursi saja,” tegas Heri Muharwanto setelah penggrebekan itu.

Dalam penggrebekan itu, petugas juga melakukan pemeriksaan secara teliti di setiap ruangan yang ada di cafe BK itu apakah ada Minuman Keras atau tidak. Pemeriksaan yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut petugas juga tidak menemukan adanya miras di cafe milik kades tersebut.

“Saat kita razia masih ada kegiatan jualan makanan dan minuman saja, itu terkait dengan adanya untuk kegiatan kafe dan warung. Yang dilarang adalah menyediakan room yang dikomersilkan untuk karaoke, menyediakan Pemandu Lagu (Purel), berjualan miras,” ungkapnya.

Sementara itu, dengan adanya indikasi adanya bisnis karaoke liar di cafe itu, petugas Satpol PP bertindak tegas dengan melakukan pendataan dan penertiban. Jika memang kedepan masih temukan adanya pelanggaran maka akan ditindak tegas.

“Kalau nanti kita temukan adanya pelanggaran maka kita tindak tegas. Pertama kita tutup paksa, kalau masih ada pelanggaran lagi maka kita ambil barang buktinya dan kita proses dipersidangan. Sanksi menurut Perda 16 tahun 2014 kurungan paling lama 3 bulan, denda paling banyak 50 juta,” pungkasnya. [mut/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar