Hukum & Kriminal

Buru Bukti Dugaan Korupsi Rehab Pasar Jember, Jaksa Bakal Geledah Lagi

Jember (beritajatim.com) – Aparat Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, saat ini memasuki tahap penyidikan umum dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan rehabilitasi pasar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, pihaknya akan mempelajari dokumen-dokumen yang disita saat penggeledahan di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan kantor Unit Layanan Pengadaan, maupun kantor konsultan dan rekanan, Kamis (20/6/2019) kemarin.

Jaksa menginventarisasi hal-hal yang dibutuhkan dalam penyidikan berdasarkan dokumen-dokumen itu. “Senin, kami akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan beberapa orang dengan kapasitas saksi, karena ini masih penyidikan umum,” kata Agus, Jumat (21/6/2019).

APBD Jember 2018 membiayai revitalisasi 12 pasar. Nominal anggaran daerah untuk revitalisasi per pasar rata-rata Rp 8-9 miliar. “Nanti kami akan teliti dulu pasar mana saja yang kami anggap ada penyimpangan,” kata Agus.

Agus mengatakan, ada kemungkinan penggeledahan berikutnya dilakukan di tempat lain juga. “Kalau kami tidak temukan dokumen di situ, kami akan dapatkan di tempat yang lain. Di mana dokumen-dokumen penting disimpan, kami akan ambil di situ,” katanya.

Penggeledahan dilakukan karena penyidik sudah berusaha meminta secara kooperatif kepada pihak terkait. Namun permintaan itu tak dipenuhi.

Apa persoalan paling menonjol dari proyek revitalisasi pasar di Jember? “Permasalahan yang paling menonjol: sampai 31 Desember 2018 banyak (rehab pasar) yang belum selesai, dan belum bisa dimanfaatkan. Maka itu kami lakukan penyelidikan. Kurang lebih ada 12 pasar. Seharusnya pada 31 Desember 2018 selesai. Kontraknya kan flat. Boleh memperpanjang (kontrak), tapi ada syaratnya juga. Tidak serta-merta (proyek) tidak selesai, lalu dikerjakan di tahun berikutnya. Semua harus sesuai aturan yang ditetapkan Menteri Keuangan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto kemarin. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar