Hukum & Kriminal

Buron Koruptor P2SEM Ditangkap Kejari Gresik

Gresik (beritajatim.com)– Mashuriyanto (48) yang menjadi buron terpidana kasus korupsi Dana Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM), ditangkap tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Warga asal Burneh, Bangkalan itu ditangkap di SPBU Bangkalan saat hendak mengisi BBM.

Saat diamankan, terpidana masih mengenakan baju kota-kota dengan saru serua peci hitam. Tidak ada perlawanan sedikitpun. Proses penangkapan berjalan sesuai dengan rancana.

Kasi Intel Kejari Gresik, Bayu Probo Sutopo mengatakan, terpidana telah divonis 4 tahun penjara dalam putusan kasasi pada tahun 2014 silam. Setelah itu, dia melarikan diri. Selama 5 tahun tempat tinggalnya selalu berpindah-pindah guna menghindari penangkapan.

“Dia Mashuriyanto selalu berpindah-pindah tempat. Mulai Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan hingga Sumenep,” kata Bayu, Kamis (25/04/2019).

Diakui Bayu, pihaknya melacak keberadaan terpidana memakan waktu hampir tiga bulan. Setelah diselidiki, keberadaan terpidana terdeteksi di wilayah Bangkalan. Setelah mendapat kepastian, tim bergerak melakukan penangkapan.

“Setelah ditangkap terpidana juga menjalani pemeriksaan lalu kami bawa ke Rutan Banjarsari Cerme, Gresik, ujarnya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik, Andri Dwi Subianto menambahkan, berdasarkan amar putusan MA nomorp 18.16/K.Pidsus/2012, terpidana terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-undang RI No 31 tahun 1999, Jo UU nomor 20 tahun 2001.

“Vonis hukumannya penjara 4 tahun, denda Rp 200 juga subsidair 2 bulan,” ungkapnya.

Terpidana Mashuriyanto terjerat kasus korupsi karena menyelewengkan dana pendampingan P2SEM. Pada tahun 2008 lalu yang bersangkutan diadili di Pengadilan Negeri Gresik dengan hukuman 1 tahun penjara. Karena tidak puas dengan vonis tersebut akhirnya dilakukan banding ke Pengadilan Tinggi. Hasilnya bebas.

Tidak berhenti disitu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi pada tahun 2014 ke Mahkamah Agung. Hasilnya, terpidana dihukum lebih berat. Yakni 4 tahun penjara.

“Mengetahui kalah di tingkat kasasi terpidana langsung berusaha menghilangkan jejak dengan berpindah-pindah tempat,” tandasnya.[dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar