Hukum & Kriminal

Bupati Anas Serahkan SK Remisi, 23 Napi Bebas

Banyuwangi (beritajatim.com) – Momen Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 menjadi berkah bagi sejumlah narapidana dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banyuwangi. Sebanyak 23 orang penghuni Lapas dinyatakan bebas.

Sebelumnya, Lapas Banyuwangi mengajukan 538 napi untuk mendapatkan remisi pada momen 17 Agustus ini. Akan tetapi, yang memenuhi syarat dan sesuai dengan peraturan untuk mendapat remisi sebanyak 480 orang.

“Alhamdulillah, hari ini giat remisi tadi diserahkan langsung oleh Bupati Anas yang kami terima dan memenuhi persyaratan serta SK-nya sudah turun sebanyak 480 orang. Itu yang mendapat remisi mulai 1 bulan hingga 6 bulan. Dari jumlah total itu, ada 23 orang yang dinyatakan bebas,” kata Kepala Lapas Ketut Akbar Hery Achjar, Sabtu (17/8/2019).

Dari 23 nama penghuni Lapas Banyuwangi itu berasal dari sejumlah kasus hukum yang berbeda. Mulai dari pidana umum, kriminal umum dan narkoba.

“Dari 23 itu, untuk yang PP99 saat ini tidak ada yang mendapat remisi. Tapi yang di bawah 5 tahun ada. Ini mungkin masih ada penambahan karena kemarin itu kita pengajuanya online. Jadi semua data kita kirimkan ke Kemenkumham dan yang SK-nya turun hari ini ada 480 itu,” ungkapnya.

Selain itu, kata Akbar, ada napi yang berasal dari Warga Negara Asing (WNA) yang diusulkan untuk mendapat remisi. Saat ini masih dalam proses verifikasi.

“Jika surat keputusannya turun, insya Allah pulang hari ini juga,” katanya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya memotivasi para warga binaan di lapas ini. Menurutnya, para tahanan agar mau berubah dan keluar dengan perubahan yang baru.

“Banyak tokoh besar yang kemudian sukses berasal dari penjara. Seperti tokoh agama Abdul Qadir jailani yang kemudian dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam,” katanya.

Anas berpesan agar seluruh narapidana maupun warga binaan dapat bersatu menjadi lebih baik. Petugas juga mampu mendidik mereka untuk saling bekerja sama dan komunikasi menunjukkan sesuatu yang baik.

“Tempat ini bisa dijadikan jembatan untuk menuju kebaikan. Sekaligus akan jadi sajadah besar untuk meminta dan memohon. Jadikan tempat bersejarah untuk mengambil perubahan baru,” pungkasnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar