Hukum & Kriminal

Bobol Bank BRI Rp 10 Miliar, Kejaksaan Penjarakan 2 Orang Ini

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menjebloskan dua orang karena diduga membobol bank BRI. Kedua orang tersebut adalah pegawai bank BRI dan seorang kreditur. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kredit fiktif.

Tersangka yaitu NLH, mantan Associate Account Officer (AAO) PT BRI Surabaya dan LH, debitur Kredit Modal Kerja (KMK) BRI. “Hari ini tim penyidik pidsus Kejari Surabaya telah menetapkan dua tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif pada salah satu BRI di Surabaya. Keduanya kita tahan selama 20 hari ke depan,” ujar Anton Delianto, Kepala Kejari Surabaya, Selasa (18/6/2019).

Ia menjelaskan, kasus berawal saat BRI memberikan kredit modal kerja Ritel Max.Co kepada 9 debitur. Kemudian seluruh permohonan kredit tersebut seluruhnya diproses oleh NLH selaku AAO BRI. “Ternyata NLH bermufakat jahat dengan LH dengan modus menggunakan identitas debitur palsu, legalitas usaha debitur palsu, rekayasa mark up agunan, dan penggunaan kredit tidak sesuai tujuan pemberian kredit,” beber Anton.

Setelah kredit cair, lanjut Anton, ternyata uang tersebut justru dinikmati oleh NLH, LH, dan pihak lain. “Proses pemberian kredit tersebut bertentangan dengan Pedoman Pelaksanaan Kredit Ritel PT BRI dan diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 10 miliar,” tegasnya.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Anton menambahkan, penanganan kasus ini merupakan bentuk kerjasama antara Kejari Surabaya dengan BRI. “Kerjasama dalam menciptakan Zero Telorance Fraud atau tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang berbuat curang, yang merugikan keuangan negara,” pungkasnya. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar