Hukum & Kriminal

BNN Gresik: Waspadai Penyalahgunaan Narkotika Jelang Lebaran

Gresik (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresk menyatakan bahwa tindak kejahatan yang timbul akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika menjadi magnet besar dalam setiap liburan panjang. Terlebih libur dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Supriyanto mengatakan, tren penyalahgunaan narkotika saat sudah berubah. Dari semula masyarakat perkotaan tapi kini sudah menyasar ke daerah pinggiran kota termasuk desa.

“Faktor perubahan itu disebabkan pengedar narkotika sangat pandai mencari mangsa baru. Awalnya bandar memberi gratis kepada calon pembeli lama-kelamaan ketergantungan. Mata rantai inilah yang harus diputus,” katanya kepada wartawan usai acara Talkshow Membentuk Karakter Individu yang Tangguh Terhadap Ancaman Narkoba, Kamis (23/05/2019).

AKBP Supriyanto mencatat, berdasarkan catatan BNN Kabupaten Gresik, sudah ada 20 orang yang sedang menjalani rehabilitasi rawat jalan. Ironisnya, dari jumlah itu rata-rata masih berusia produktif.

Sebagai antisipasi lanjut AKBP Supriyanto, BNN Kabupaten Gresik akan terus menambah relawan anti narkoba. Hal ini dilakukan agar penyalahgunaan narkotika bisa diminimalisir melalui sosialisasi yang dilakukan relawan anti narkoba.

“Saat ini jumlah relawan anti narkoba ada 140 orang. Jumlah itu akan ditambah terus setiap tahunnya,” paparnya.

Ia menambahkan, selain terus secara gencar BNN Kabupaten Gresik melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. Peran serta keluarga sangat penting dalam menangkal peredaran narkotika.

“Intinya kita jangan sampai terlena sebab penyalahgunaan narkotika sampai sekarang masih marak terjadi,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar