Hukum & Kriminal

BNN Gresik Gandeng Relawan dari KUA Kemenag

Gresik (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik sangat gencar memerangi penyalahgunaan narkoba di seluruh elemen masyarakat. Sebagai tindak lanjutnya, instansi tersebut menggandeng sejumlah relawan untuk meminimalisir peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.

Salah satu relawan masyarakat yang digandeng adalah relawan keagamaan yang berasal dari Kantor Kementrian Keagamaan (Kemenag) Kabupaten Gresik. Relawan yang berasal dari perwakilan kantor urusan agama (KUA) se-kecamatan Gresik, minus Pulau Bawean dibekali. Mereka diberi penyuluhan mengenai bahaya narkoba.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Gresik Nurhani mengatakan, alasan digandengnya relawan dari KUA tersebut karena mereka merupakan petugas yang menikahkan pasangan suami istri di lingkungan keluarga.

“Mereka kan setiap hari berinteraksi dengan masyarakat. Jadi melalui sosialisasi dan penyuluhan ini paling tidak bisa memberi pencerahan bahaya narkoba di tingkat keluarga,” katanya, Selasa (13/08/2019).

Lebih lanjut Nurhani mengatakan, terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya, BNN juga pernah melakukan hal sama dengan menggandeng komunitas masyarakat. Baik itu, pelaku usaha maupun komunitas motor.

“Kami mempunyai target nantinya semua elemen masyarakat yang digandeng, dan dijadikan relawan anti narkoba dibentuk menjadi 80 orang penggiat anti naroba yang berasal dari berbagai komunitas masyarakat,” ujarnya.

Harapannya lanjut Nurhani, melalui pembentukan relawan itu. Penyalahgunaan serta peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Gresik bisa ditekan.

Sementara itu, salah satu relawan Ahmad Majiddi (54) dari KUA Kecamatan Kebomas, Gresik menuturkan, penyuluhan seperti sangat bermanfaat bagi dirinya. Apalagi, sudah ada MoU antara Kemenag dengan BNN terkait dengan bahaya narkoba.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, melainkan skalanya ditambah biar pasangan suami istri sebelum dinikahkan tahu mengenai penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar