Hukum & Kriminal

Berpotensi Terseret Kasus Korupsi, Kadisperta Kabupaten Mojokerto Mengundurkan Diri

Kadisperta Kabupaten Mojokerto Suliestyawati. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Mojokerto Suliestyawati mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat eselon II. Sumber menyebutkan, Sulies telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sejak 25 September lalu.

Surat pengunduran diri tersebut disampaikan ke meja Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. Sumber menyebutkan pengunduran diri perempuan yang juga memegang kendali sebagai Plt Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto ini lantaran penyakit diabetes. “Alasannya karena gulanya tinggi, sakitnya sendiri sejak setahun terakhir,” ungkap salah satu pejabat di lingkungan Setdakab Mojokerto, Rabu (9/10/2019).

Sumber lain menjelaskan, jika keputusan pengajuan nonjob dilakukan Sulies karena munculnya kabar penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi air dangkal yang ditangani Kejari. Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), secara otomatis, Sulies terseret dalam pusaran kasus ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto Susantoso, mengaku telah mendengar kabar tersebut. “Belum ada surat dari atasan. Berkasnya juga belum kami terima,” katanya.

Pengajuan pengunduran diri tersebut, dinilai Susantoso sangatlah wajar. Menyusul, masa bakti mantan Kepala Dinas Sosial ini sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN) kurang setahun lagi. Saat ini, dalam status Masa Persiapan Pensiun (MPP) jelang pensiun Per November 2020 mendatang.

“Beliau (Suliestyawati, red) kan sudah usia 59 tahun. Pensiun boleh diajukan kurang dari setahun atau saat dalam masa MPP. Apalagi suaminya juga sudah pensiun lebih dulu tahun kemarin. Belum (calon pengganti). Belum ada gambaran sama sekali. Kita menunggu perintah dari atasan (wabup, red) saja,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi usai acara Ikrar Damai Pilkades Serentak Kabupaten Mojokerto Tahun 2019 di Pendopo Maja Tama Pemkab Mojokerto enggan berkomentar terkait pengunduran diri Kadisperta Kabupaten Mojokerto.

Sekedar diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kejari Kabupaten Mojokerto tengah menyelidiki indikasi perbuatan pidana dalam proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016. Penyidik juga menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp519.716.400 dari proyek dengan nilai pagu sebesar Rp4,1 miliar.

Pembangunan irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal di Kabupaten Mojokerto ini terbagi dalam lima paket untuk pembangunan di 38 yang tersebar di 10 kecamatan. Berdasarkan kontrak, proyek untuk mendukung pengairan sawah petani itu menelan anggaran sebesar Rp3.709.596.000. Namun, dari nilai kontrak itu, anggaran yang diserap hanya Rp2.864.190.000.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar