Hukum & Kriminal

Beri Trauma Healing, Polres Malang Hadiahi Korban Pelecehan Seksual Sepeda

Polisi wanita (Polwan) Polres Malang memberikan bantuan serta trauma healing kepada AR warga Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Rabu (14/8/2019).

Malang (beritajatim.com) – Polisi wanita (Polwan) Polres Malang memberikan bantuan serta trauma healing kepada AR warga Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Rabu (14/8/2019).

Gadis berusia 11 tahun tersebut merupakan korban pencabulan oleh ayah tirinya sendiri beberapa waktu lalu.

Untuk mengembalikan semangat dan potensi diri terhadap AR, trauma healing pun diberikan Polres Malang agar korban, tetap optimis menjalani kehidupan setelahnya.

Kabag Sumda Polres Malang, Kompol Yuliati bersama Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana beserta jajaran juga menyerahkan langsung beberapa bingkisan dan sepeda kepada AR.

Para Polwan Polres Malang ini juga bercengkrama sembari menghibur AR. Tujuanya, agar AR bisa bangkit dan melupakan kejadian masa lalunya. Gadis yang masih duduk di bangku SMP itu tampak ceria ketika didatangi para Polisi Wanita.

“Kamu bercita-cita sebagai apa nak?,” tanya Kabag Sumda Polres Malang, Kompol Yuliati.

“Sebagai polwan, ibu,” jawab AR.

“Rajin belajar ya dari sekarang gapai cita-cita kamu,” pesan Yuliati memotivasi.

Yuliati menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan ke – 71. Kepedulian terhadap korban juga menjadi latar belakang dilakukannya giat hari ini.

“Semoga bermanfaat dan anaknya sudah tidak trauma. Kami antusias dan memberi semangat ketika anak ini ternyata bercita-cita sebagai polwan,” ujar Yuliati usai memeluk AR.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menambahkan, giat trauma healing dilakukan secara berkelanjutan terhadap korban dengan usia di bawah umur, yang mengalami tindakan traumatik. Seperti pencabulan dan kekerasan.

“Kami lakukan secara berkelanjutan. Berhubung ini bertepatan dengan HUT Polwan jadi kami lakukan berbarengan,” beber Iriana.

Ia melanjutkan, pihaknya kerap mendapati kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual terhadap anak. Untuk itu, giat trauma healing adalah bentuk pemulihan dan kepedulian terhadap korban. Tujuannya, agar bisa percaya diri dalam menatap masa depan.

“Di Kabupaten Malang sendiri kami kerap mendapati kasus kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Maka dari itu, ini bentuk kepedulian terhadap korban,”

Sementara itu, Siswati selaku orang tua korban, mengaku terharu dengan kedatangan jajaran Polwan Polres Malang. Ia menerangkan, perkembangan kondisi kejiwaan anaknya menunjukkan perkembangan positif.

“Terima kasih atas simpati para ibu Polwan Polres Malang kepada anak saya beri semangat atas musibah ini. Sudah tunjukkan perkembangan bagus. Sudah tak canggung bersosialisasi,” pungkasnya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar