Hukum & Kriminal

Berbagi Peran, Keponakan Rampok Nenek di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi perampokan yang dialami seorang nenek di Mojokerto tersebut terjadi setelah pelaku mengetahui jika korban baru saja mendapatkan uang dari keponakannya. Pelaku sendiri merupakan pasangan suami-istri (pasutri) keponakan korban.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro, Ipda Selimat mengatakan, kedua pelaku sudah lama tidak betegur sapa dengan korban yg masih merupakan bibinya sendiri. “Ketika mendengar korban baru mengambil uang dari keponakannya, kedua merencanakan pencurian,” ungkapnya, Senin (27/5/2019).

Masih kata Kanit, pelaku atas nama Zainul Heriyanto (24) ketika situasi aman langsung menyelinap masuk ke kamar korban, Gini (84). Pelaku bersembunyi di kolong tempat tidur dan memukuli dan membekap mulut korban, kemudian menarik kalung emas yang dikenahkan korban seberat 25 gram.

“Pelaku juga mengambil uang milik korban sebesar Rp600 ribu yang disimpan di dalam almari. Setelah berhasil mengambil barang-barang milik korban selanjutnya pelaku mengunci kamar korban dan melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban,” katanya.

Kanit menjelaskan, peran istri pelaku, Yulianiyati (48) yang mempunyai inisiatif dan yang menyuruh suaminya untuk mengambil barang milik korban. Pelaku juga membuang pakaian pelaku di Sungai Porong yang digunakan saat melakukan aksi perampokan tersebut.

“Barang bukti berupa satu potong kalung emas seberat 15,400 gram, satu buah lionting emas seberat 4,300 gram, dua lembar surat pembelian perhiasan emas dari toko emas Kidang Mas porong, uang tunai Rp239 ribu serta sepeda motor Honda GL MAX nopol W 2804 ZS warna hitam berhasil diamankan,” jelasnya.

Kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Ngoro guna penyelidikan lebih lanjut. Akibat perbuatannya tersebut, kedua pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar