Hukum & Kriminal

Belum Ada 6 Bulan, Toko Seluler di Ponorogo Dibobol Maling 3 Kali

Ponorogo (beritajatim.com) – Nasib malang dialami Ali Asharudin (43), warga Kelurahan Banyudono, Ponorogo. Dia mendapati toko seluler miliknya dibobol maling. Kejadian itu diketahui pertama kali saat dirinya membuka toko tersebut, Selasa (2/7/2019) sekitar jam 09.00 WIB.

“Saat dibuka banyak reruntuhan plafon berserakan di lantai. Saya lihat keatas plafon atapnya jebol,” katanya Ali Asharudin saat ditemui beritajatim.com, Senin sore.

Setelah dicek, barang yang hilang adalah handphone Samsung J7+. Saat itu handphone tersebut sengaja ditinggalkan di toko. Ali menyebut bahwa barang dagangan berupa hadphone dan sejumlah uangnya dibawa pulang.

“Sudah pengalaman jadi barang dagangan kami bawa pulang. Hanya handphone itu saja yang ditinggal karena rencananya akan diperbaiki,” katanya.

Ali menyebut, toko seluler miliknya dibobol maling itu sudah untuk ketiga kalinya. Dia menceritakan pertama kemalingan pada April lalu, saat itu pelaku menggasak uang Rp 1,6 juta yang disimpan di laci. Selang sebulan kemudian, Ali kemalingan lagi, tepatnya pertengahan Mei lalu. Saat itu dirinya kehilangan uang pecahan sekitar Rp 200-ribuan.

“Baru kejadian kemalingan ketiga ini saya lapor polisi. Karena waktu kemalingan yang pertama itu saya sedang sakit akibat jatuh dari motor,” katanya.

Sementara itu Satreskrim Polres Ponorogo yang mendapat laporan tersebut langsung melakukan olah TKP. Pihaknya melakukan tindakan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi. “Setelah dicek ada satu Hp dan 10 voucher yang raib,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko.

Maryoko mengungkapkan, nilai kerugian ditaksir sekitar Rp 1.050.000,-. Dia menyebut dugaan sementara maling masuk toko lewat atap dan dilakukan saat dini hari. “Kendalanya di toko tidak ada CCTV. Namun kami akan mencari petunjuk lain di sekitar TKP,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar