Hukum & Kriminal

Belasan Warga Ponorogo Yang Merasa Ditipu, Takut Lapor Polisi

Ponorogo (beritajatim.com) – Sudah jatuh tertimpa tangga, peribahasa itu mungkin yang sedang dialami oleh warga Desa Nglurup Kecamatan Sampung Ponorogo yang merasa ditipu ratusan juta oleh YL, warga setempat yang saat ini tak tahu dimana rimbanya.

Selain merasa khawatir aset yang digunakan sebagai jaminan terancam disita oleh bank, mereka juga takut setelah mendapat ancaman. “YL malah ingin melaporkan kami ke polisi, dengan alasan pencemaran nama baik, kami jadi takut,” kata MS, salah satu korban, Kamis (11/4/2019).

Bahkan melalui SMS, Yuli juga mengelak bahwa dia tidak meminjam uang. Dan malah menuduh warga mencemarkan nama baiknya. Hal itulah yang membuat warga tidak berani melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. “Kalau dilaporkan balik, kami bisa masuk penjara,” kata ibu satu anak tersebut.

Apalagi proses hutang piutang itu tidak disertai surat perjanjian. Maklum, mayoritas yang menjadi korban berpendidikan rendah. Dan tidak mengira bakal seperti ini. Bahkan dia mengingat saat disuruh ke bank, heran kenapa dengan mudahnya melaksanakan perintah YL. “Kini baru merasa menyesal, kenapa dulu nurut saja perintahnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya ada 14 warga Desa Nglurup, Sampung, Ponorogo merasa ditipu. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 349,9 juta. Itu total uang seluruh korban yang dipinjam YL salah satu warga desa setempat. [kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar