Hukum & Kriminal

Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Bawas Mahkamah Agung RI Periksa Hakim Pengadilan Agama Kota Kediri

Kediri (beritajatim.com) — Tim Pemeriksa Bawas Mahkamah Agung RI turun ke Kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri di Jalan Sunan Ampel, Nomor 1 Kota Kediri.

Kehadiran Bawas untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah hakim dan pengadu dalam perkara gugatan Sita material oleh Erlina Ayu, warga Perumahan BTN Ngronggo, Kota Kediri.

Dimana, sebelumnya Erlina Ayu melalui kuasa hukumnya Imam Mohklas dan rekan mengadukan perilaku majelis hakim yang diduga melakukan pelanggaran kode etik, pada 8 Juli 2019 lalu.

Dalam surat aduan tersebut, majelis hakim yang terdiri dari Mulyadi (ketua majelis) Miswan (anggota majelis) dan Sumar’um (anggota majelis) mengabaikan hukum acara perdata.

Hakim langsung mengambil keputusan pada sidang pertama, tanpa melalui upaya mediasi dan jawab – jinawab terlebih dahulu.

Imam Mohklas, SH, MH mengakui dimintai keterangan oleh Tim Pemeriksa Bawas. Menurutnya, ada 10 butir pertanyaan yang diajukan oleh tim pemeriksa kepadanya berkaitan dengan materi surat aduan yang disampaikan kepada Bawas Mahkamah Agung RI, Komisi Yudisial dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

“Pengaduan kami ke Bawas Mahkamah Agung RI, ditindak lanjuti. Kami menerima panggilan dari Badan Pengawas MA RI. Kami dipanggil untuk menghadap Tim Pemeriksa, untuk diperiksa terkait pelanggaran kode etik,” ujar Imam Mohklas.

“Inti pemeriksaan menindak lanjuti pengaduan kami. Kami telah menyampaikan bahwa didalam proses persidangan perakra, kami menduga ada pelanggaran kode etik yang sangat serius. Dimana majelis hakim telah melakukan kesalahan fatal mengesampingkan hukum acara perdata, yang notabene itu sifatnya memaksa dan wajib ditaati oleh para pihak yang bersengketa khususnya hakim sebagai penegak hukum di persidangan,” bebernya menambahkan.

Terpisah, Hadayatulloh, panitera Pengadilan Agama Kota Kediri membenarkan kehadiran Bawas Mahkamah Agung RI untuk melakukan pemeriksaan terhadap hakim untuk menindak lanjuti aduan dari masyarakat. Tetapi pihaknya enggan menjelaskan secara gamblang pemeriksaan tersebut karena  wewenang Bawas.

Untuk diketahui, Erlina Ayu mengajukan peermohonan sita material di Pengadilan Agama Kota Kediri dengan para termohon sita Agung Nugroho, pada 20 Mei 2019 lalu. Selain itu ada 7 turut termohon sita lainnya antara lain, PT. Bank Mandiri, PT. Bank Central Asia, PT. Bank Rakyat Indonesia, PT. Bank Mega, PT. Bank Negara Indonesia, PT. Bank Tabungan Nasional dan PT. Bank Danamon.

Pengajuan permohonan sita harta tersebut dilakukan untuk menghindari adaya tindakan pengalihan aset harta bersama selama proses perkara perceraian antara Erlina Ayu dengan Agung Nugroho di pengadilan. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar