Hukum & Kriminal

Banser NU Berteriak-teriak di Luar Sidang Sugi alias Gus Nur, Ini Penyebabnya

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang perkara pencemaran nama baik pemuda Nahdlatul Ulama yang mendudukkan terdakwa Sugi Nur Raharja atau biasa disapa Gus Nur memanas.

Suasana memanas itu saat saksi pelapor Dr H Moh. Maruf Syah, SH. MH, dosen sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU JATIM, (pengurus harian wilayah) memberikan keterangan di depan majelis hakim yang diketuai Slamet Riyadi.

Awalnya, Ma’ruf Syah secara tenang menceritakan awal mula pihaknya melaporkan Sugi ke polisi. Menurut Ma’ruf, saat itu dirinya dalam perjalanan dari Jombang ke Surabaya. Saat dalam perjalanan itulah, dirinya membuka group whatsapp NU yang beranggotakan sekitar 50 orang tersebut.

Dia lantas mendapati ada video Sugi. Video yang dikirim oleh kyai Nurudin Rahman itu berdurasi kurang lebih 1 menit 26 detik.

“Kurang lebih isi video tersebut sudah saya catat, bunyinya seperti ini: aq kok gak ngerti itu, dari dulu aku denger orang ini dari dulu, cuman kan gak ada waktu ngreken, ada yang bilang jual nasi goreng, siapah sih adminnya Generasi Muda NU itu ? coba ,misalkan perempuan, lebih cantik mana sama isteri-isteriku ?, he Generasi Muda NU ..taek, kalau kamu laki-laki, kamu lebih ganteng mana sama aku ?, ekonomi kamu, lebih kaya mana sama aku ? ayo buka-bukaan yo, jangan-jangan kamu kere, jangan-jangan kau penjual nasi goreng, jangan-jangan kamu juru utis (memungut puntung rokok), tu kemarin Ansor lapor di Polda Palu melaporkan saya gara-gara video yang membela ustad Felix, ayo laporkan, apa lu jual gue borong tanpa gue tawar, aku wis blenek ndelok awakmu (saya sudah muak melihat kamu), model-model koyok raimu iku wis mblenek aku (model seperti wajahmu itu sudah muak aku), kalau kamu kyai, kalau kamu ustad ayo duet argumentasi, ayo kamu ceramah, aku ceramah, kamu ceramah disini, aku ceramah disini, banyak mana nanti umatnya yang datang,” ucap Ma’ruf menirukan ucapan Sugi.

Dan menurut Ma’ruf yang digaris bawahi adalah kata-kata “hai generasi muda NU taek”.

“Saya secara pribadi sebagai anggota pemuda NU maupun kelembagaan keberatan atas ucapan Generasi Muda NU taek. Kata itu tidak pantas diucapkan oleh seseorang yang menyebut dia kyai,” ujar Ma’ruf.

Dengan adanya video yang kemudian viral itu, kyai sepuh mengeluh khawatir adanya keresahan dan berdampak pada karakter anak-anak.

Suasana sidang kemudian memanas saat salah satu kuasa hukum terdakwa menanyakan, Ma’ruf melaporkan Sugi mewakili siapa serta apakah sudah mendapat ijin dari pengurus NU.

Meski sudah dijawab oleh Ma’ruf bahwa dia sebagai pemuda NU dan juga selaku pengurus NU namun pertanyaan tersebut diulang-ulang menyulut kemarahan Banser yang ada di luar sidang yang mengikuti jalannya persidangan melalui layar televisi.

Massa yang berteriak-teriak akhirnya bisa ditenangkan oleh polisi yang menjaga ketat jalannya sidang. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar