Hukum & Kriminal

Balon Udara Liar Ancam Pesawat Tempur di Magetan

Foto ilustrasi

Magetan (beritajatim.com) – Menerbangkan balon udara sebagai tradisi saat Lebaran Idul Fitri tidak dilarang sepenuhnya. Balon udara boleh diterbangkan asal tidak bebas, diterbangkan dengan ketinggian maksimal 200 meter dan diikat dengan tali supaya tidak membahayakan.

‘’Kami sebenarnya tidak melarang, namun memberikan pembinaan dan sosialisasi bahaya balon udara terhadap penerbangan nasional,’’ kata Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi, Letkol. Sus. Hamdi Londong Allo saat dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu (19/5/2019).

Londong menjelaskan larangan penerbangan balon udara liar telah diatur secara hukum. Dalam aturan penerbangan nomor 1/2009 tentang kawasan keselamatan operasional penerbangan. Disampaikan balon udara, senter, asap, dan benda lainnya dilarang.

Balon udara yang diterbangkan bebas dapat menganggu dan membahayakan pesawat tempur yang melintas. Sebab, balon udara terbang menembus level of cruise (ketinggian jelajah pesawat). Apalagi balon udara memiliki sumbu berupa bola api yang terus menyala. Jika tersedot mesin pesawat, dapat mengakibatkan kecelakaan.

‘’Tidak hanya membahayakan pesawat yang melintas, tapi sanksi ijin internasional juga terancam dicabut,’’ katanya.

Selain itu, balon udara juga bisa mengancam sanksi tegas penerbangan internasional. Pesawat yang melintas di jalur Indonesia bakal diblakclist. Sebab wilayah udara di negeri ini tidak bebas dari benda-benda yang membahayakan penerbangan dan dapat menyebabkan kecelakaan.

‘’Karena itu kami terus mengajak bagaimana tradisi ini bisa tetap lestari, tapi juga tidak mengganggu penerbangan udara,’’ katanya.

Salah satunya dengan mendukung perayaan festival balon udara dengan awak yang telah berjalan beberapa tahun terakhir di Ponorogo. Dan juga langkah preventif dengan penerbitan surat pembatasan dan imbauan, sosialisasi, penertiban dari kepolisian, hingga penyitaan balon udara. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar