Hukum & Kriminal

Antisipasi Terorisme dan Penculikan, Polrestabes Surabaya Blusukan Sekolah Dasar

Petugas kepolisian Polrestabes Surabaya saat melakukan sosialisasi penangulangan terorisme dan kriminalitas di Institut Teknologi Surabaya, Rabu (7/8/2019). (Foto istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai kota besar di Indonesia, ancaman bahaya kriminal di Kota Surabaya sangatlah tinggi. Terlebih Kota Surabaya banyak kasus kriminalisasi anak dan terorisme.

Melihat kondisi tersebut kepolisian Polrestabes Surabaya memberika pendidikan kepada anak-anak.

“Kami terus lakukan pembinaan dan pendidikan ke anak sekolah terutama dari tingkat Sekolah Dasar hingga Universitas,” jelas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho kepada beritajatim.com, Rabu (7/8/2019).

Lebih lanjut perwira melati tiga ini menjelaskan, Polrestabes Surabaya hari ini melakukan sosialisasi akan bahaya penculikan.

Kendati kasus penculikan anak masuk kategori kasus kecil, pihaknya menilai bahwa memberikan pendidikan mengantisipasi bahaya penculikan lebih baik.

“Kan lebih baik mencegah ketimbang mengobati. Seperti kasus radikalisme, juga harus dicegah sejak dini. Yakni dengan menyasar anak-anak,” paparnya.

Tak hanya memberikan pendidikan dini tentang bahayanya penculikan anak. Kasus radikalisme di Kota Surabaya juga besar dan harus dicegah sejak dini.

Terlebih adanya ancsman bom di tiga gereja dan markas Polrestabes beberapa waktu lalu.

Kasus radikalisme ini menjadi konsen aparat kepolisian lantaran para pelaku empat bom tersebut juga melibatkan anak-anak.

“Konsen utama Bin Mas (Binaan Masyarakat) Polrestabes Surabaya saat ini penculikan anak. Tapi Kapolrestabes juga mengisi wawasan kebangsaan untuk antisipasi terorisme di universitas,” jelas Kasat Bin Mas Polrestabes Surayaba, Kompol M Fahtoni.

Mantan Kapolsek Waru, Sudoarjo ini juga menjelaskan, pendidikan masyarakat selain menyasar para pelajar dari tingkat Sekolah Dasar hingga universitas, kepolisian juga menyasar warga secara umum.

“Kita sosialisasikan pendidikan antisipasi kejahatan baik di rumah atau saat dijalan. Sehingga sasaran kami seluruh masyarakat Surabaya,” lanjutnya.

Guna mempermudah sosialisasi dan tindak lanjut akan adanya kasus kriminal. Polrestabes Surabaya melalui Kapolrestabes membuat aplikasi Jogo Suroboyo 24 jam.

Melalui aplikasj tersebut, warga yang melihat tindakan kejahatan atau kondisi darurat bisa melaporaknnya melalui aplikasi yang bisa diunggah di Google Play Store.

Tak hanya melayani kondisi darurat, melalui aplikasi tersebut masyarakat juga bisa mengurus surat penting seperti SIM, laporan SPKT, atau membuat SKCK secara online. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar