Hukum & Kriminal

Antisipasi Teroris, Mako Polres Malang Dilengkapi Barrier Gate

Malang (beritajatim.com) – Terobosan dibidang pengamanan maksimal dilakukan Kepolisian Resor Malang. Untuk mencegah tindakan dari aksi pelaku teror, Selasa (9/7/2019) pagi ini Polres Malang mulai mengujicobakan sistem Barrier Gate atau Palang Pintu Otomatis bagi tamu atau masyarakat yang ingin masuk markas Polres Malang.

Ujicoba Barrier Gate, paling lama akan dioptimalkan satu pekan ke depan. Wakapolres Malang Kompol Anggun Dedy Sisworo menjelaskan, keberadaan Barrier Gate salah satu bentuk pengamanan markas Polres Malang.

“Kita pasang Barrier Gate ini salah satu bentuk pengamanan markas dari aksi terorisme,” ungkap Kompol Anggun Dedy, Selasa (9/7/2019) siang melalui sambungan telepon.

Menurut Anggun, Barrier Gate baru di ujicobakan hari ini. “Masih kita ujicoba, mana yang berfungsi dan tidak nanti kita perbaiki. Karena sampai hari ini tombol otomatis yang mengeluarkan kertas parkirnya juga belum mengeluarkan nomor untuk plat kendaraan yang masuk Mako,” terangnya.

Kompol Anggun melanjutkan, dengan dipasangnya Barrier Gate, pihaknya berupaya menekan terjadinya tindakan teror ke dalam Mako Polres Malang. Serta, mengantisipasi aksi pencurian dilingkungan Mako Polres Malang.

“Karena sistem Barrier Gate ini kan ada kamera pengintai atau CCTV. Ada sensornya, ada perekam wajah juga. Siapa yang keluar dan masuk Mako Polres Malang semua terdeteksi,” bebernya.

Ia menambahkan, melalui Barrier Gate, tamu dan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan hanya membayar tiket parkir Rp 2 ribu bagi kendaraan roda dua. Sementara mobil Rp 3 ribu. “Sistemnya sekali parkir saja. Tidak perjam. Jadi biarpun 10 jam di Mako Polres Malang bayarnya tetap sekali masuk Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 3 ribu untuk mobil,” paparnya.

Seluruh pendapatan parkir melalui Barrier Gate ini, tambah Kompol Anggun, akan disetorkan pada negara. “Pendapatan kita setorkan ke negara, karena ada PNBP nya,” Kompol Anggun mengakhiri. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar