Hukum & Kriminal

Melalui Video Call

Anang Iskandar Bantah Kena OTT KPK Bersama Romy

Mojokerto (beritajatim.com) – Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar yang merupakan Calon Legislatif (caleg) PPP untuk DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur (Dapil Jatim) VI melalui Video Call (VC) membantah ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anang memberikan klarifikasi kepada awak media di Mojokerto melalui sambungan Video Call (VC). “Wah dari mana (info itu), wong saya tidak ke Surabaya. Tidak kemana-mana. Aku di rumah terus. Lagi pula saya tidak ada hubungan dengan kasus korupsi, karena saya bukan penyelenggara negara,” ungkapnya, Jumat (15/3/2019).

Purnawirawan polisi yang pernah menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri ini pun memilih santai menanggapi kabar tersebut. Menurutnya, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini bukan merupakan penyelenggara negara sehingga tidak ada hubungannya dengan penangkapan tersebut.

“Saya kan sudah pensiunan. Lha lapo aku dadi dihubungkan dengan kasus korupsi, kan saya bukan penyelenggaraan negara. Kenapa menangkap saya? Kecuali kalau saya nyogok. Semua memang harus diklarifikasi, kalau ada yang sebut aku ditangkap. Wong aku disini,” katanya.

Menurut mantan Kepala Divisi Humas Polri ini, informasi tersebut sengaja disebarkan oknum yang tidak bertanggungjawab. Lantaran ia menilai jika saat ini merupakan tahun politik sehingga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kalau bahasa politiknya itu digoreng, aku segar bugar gini kok. Itu kira-kira mungkin proses politik Masa sekarang ini kan panas-panasnya politik ya, jadi mereka ingin menjatuhkan. Iya ini memang masa mendekati pemilu. Saya ini kan caleg, kira-kira begitulah,” tegasnya.

Ditanya soal kasus apa yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy atau biasa disapa Romy hingga diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), pria kelahiran Mojokerto 15 Mei 1958 itu mengaku belum mengetahui secara pasti. Pihaknya masih menunggu pernyataan resmi dari KPK.

“Saya tidak pernah ke Surabaya dan kasus apa saya ditangkap itu? Tidak ada hubungannya dengan Romy, kalau Romy kan memang penyelenggaraan negara. Saya tidak tahu persis, katanya ada tujuh orang. Lima laki-laki, dua perempuan tapi saya tidak tahu benarnya berapa. Tapi ini informasi karena belum ada penjelasan resmi dari KPK,” jelasnya.

Anang menambahkan, sikap Dewan Pimpinan Pusat PPP akan menindaklanjuti kasus yang menjerat Ketua Umum PPP tersebut. Menurutnya, Jumat (15/3/2019) nanti malam akan ada rapat untuk membahas terkait masalah tersebut.

“Sikap DPP ya menindaklanjuti akan merespon, nanti malam baru ada rapat,” pungkasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar