Hukum & Kriminal

Amankan 3 Pelaku, Satnarkoba Polres Mojokerto Sita 120,32 Gram Sabu

Mojokerto (beritajatim.com) – Satnarkoba Polres Mojokerto dan jajaran berhasil mengamankan tiga pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu dalam waktu dua hari. Dari ketiga pelaku, dua kurir dan satu pengedar diamankan barang bukti berupa 120,32 gram sabu.

Ketiga pelaku tersebut masing-masing yakni Adi Suryawan (41) warga Banjaragung, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Ahmad Efendi (24) warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Romli Amin (33) warga Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Satu pelaku diamankan pada Senin (25/3/2019), sementara dua pelaku lainnya diamankan pada Rabu (27/3/2019). Dari tangan ketiganya disita sabu seberat 120,32 gram.

“Kita realese pengungkapan tindak pidana narkoba di wilayah Polres Mojokerto. Kali ini cukup besar, TKP di Mojoanyar 1 ons lebih. Kita tangkap kurirnya, bandar masih dalam pengembangan,” ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kamis (28/3/2019).

Pihaknya menduga di wilayah Mojokerto ada bandar besar dilihat dari barang bukti yang disita, meski pihaknya baru mengamankan kurir. Barang haram tersebut akan diedarkan di wilayah Mojokerto dan sekitar dengan sasaran semua kalangan.

“Diduga bandar ada di Mojokerto, kita baru mengamankan kurirnya, semoga bisa mengamankan bandarnya. Sekarang narkoba tidak mengenal usia. Semua bisa, istilahnya setiap ada yang membutuhkan akan didistribusikan. Sudah kritis daerah kita sehingga perlu diwaspadai,” katanya.

Pasalnya, tegas Kapolres, sekarang ini Mojokerto bukan lagi sasaran penjualan narkoba tapi menjadi salah satu tempat. Menurutnya, kasus tersebut sementara ini masih dalam pengembangan karena bandar tersebut masih menggunakan kurir dan petugas melakukan undercover buy.

Pelaku Ahmad Efendi (24) mengaku, baru pertama kali menjadi kurir sabu karena tergiur imbalan yang dijanjikan. “1 gram harganya Rp1,1 juta, semua sama jenisnya. Pertama kali imbalan Rp100 ribu sekali antar, terima bahan dikasih Rp1 juta. Tergiur karena butuh uang, tahu kalau itu sabu,” tuturnya.

Pelaku menambahkan, ia mengambil barang haram tersebut secara ranjau dari Madiun. Sabu tersebut ditaruh di pinggir jalan dimasukan kresek dibawah timba. Ia mengaku komunikasi dengan melalui handphone (HP), namun tidak tahu jaringan dari mana.

“Komunikasinya lewat HP, dipantau atasan saya. Kemarin sore, magrip di depan ruko Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Saya tidak tahu jaringan mana,” tegasnya.

Pelaku Adi Suryawan (41) dijerat Pasal 114 ayat (1) subs 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara Ahmad Efendi (24) dan Romli Amin (33) dijerat Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar