Hukum & Kriminal

Ada Bisnis Esek-esek Berkedok Panti Pijat Plus di Kediri

Kediri (beritajatim.com) — Satreskrim Polres Kediri membongkar bisnis esek esek yang berkedok panti pijat. Usaha terlarang ini mempekerjakan gadis dibawah umur menjadi terapis dengan layanan plus – plus.

Dari penggerebekan, petugas mengamankan Liyan Permata Putra, selaku pemilik panti pijat asal Perum Wilis Indah Kota Kediri berhasil ditangkap bersama empat terapis, yakni SB (17), RF (16), ME (18), dan RA (19).

Pria berusia 32 tahun ini mengaku telah menjalani bisnis haram tersebut selama satu minggu terakhir. Dalam pemeriksaan dia mengaku, modusnya dengan cara menyediakan panti pijat dengan layanan berbagai terapi plus – plus, gadis terapisnya didapat melalui media sosial. Untuk tarif layanan plus – plus tersebut nya bevariasi mulai dari Rp 200 ribu hingga 500 ribu.

AKBP Roni Faisal, Kapolres Kediri mengatakan, kasus prostitusi ini terungkap dari laporan masyarakat tentang adanya praktek prostitusi berkedok panti pijat.

“Dari hasil penyelidikan kepolisian ternyata benar adanya prostitusi. Kami akhirnya melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 4 terapis serta pemilik panti pijat,” ujar AKBP Roni Faisal.

Bersama pelaku, polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp 1,700 juta, alat kontrasepsi, sabun cair tisu basah serta seprei. Akibat perbuatannya tersangka terancam pasal 88 junto pasal 761 Undang Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar