Hukum & Kriminal

Modal Borgol, Polisi Gadungan Bawa Kabur Avanza

Sidoarjo (beritajatim.com) – Seorang polisi gadungan ditangkap oleh polisi betulan. Dia adalah Kartono alias Mones (34), warga Desa Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Mones ditangkap karena membawa kabur mobil Toyota Avanza Nopol N 1801 XX milik Farid Santoso (61) warga Desa Sidokerto Kec. Buduran.

Kejadian itu bermula, pelaku pesan taxi online grab kepada korban. Setelah dijemput di kawasan alun-alun Sidoarjo, pelaku minta diantar ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong, untuk mengambil sempel darah pelaku kejahatan.

Selama di perjalanan, pelaku mengaku sebagai anggota polisi sambil meletakkan sebuah borgol di atas dashboard mobil. Setibanya di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong, pelaku mengajak korban keliling rumah sakit hingga akhirnya mereka berhenti dan makan di kantin rumah sakit.

\”Saat duduk di sebuah kantin, pelaku mulai melancarkan aksinya yakni meminjam kunci mobil dengan alasan mengambil borgol yang ada di dashboard. Tapi ternyata langsung membawa kabur mobil tersebut,\” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris Kamis (29/11/2018).

Harris menambahkan bahwa segala sesuatunya, sudah direncanakan pelaku sejak awal. Dia memesan grab untuk ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum karena pelaku tahu kalau rumah sakit tersebut rumah sakit polisi.

Pelaku seolah ke rumah sakit itu untuk meyakinkan korban saja. Apalagi saat pertama kali naik, dia mengaku sebagai polisi dan memamerkan borgol. \”Itu semua direncanakan oleh pelaku untuk modus akan membawa kabur mobil korban saat kunci mobil sudah boleh dipinjam,\” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan dua buah handphone, satu potong kaos, ikat pinggang, sepatu dan sebuah borgol. \”Mobil hasil curian sudah dijual pelaku seharga Rp 20 juta. Nah untuk mencari keberadaan mobil tersebut, masih kami lakukan upaya penyelidikan lebih lanjut,\” tandas Harris.

Kasus tersebut berhasil diungkap setelah korban lapor ke Polresta Sidoarjo. Pasca laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pelaku berhasil ditangkap dikawasan Desa Porong, Kecamatan Porong, Sidoarjo tempat ia tinggal. \”Pelaku berhasil kami amankan di rumahnya,\” ungkapnya.

Pelaku yang residivis pencurian dan penggelapan itu mengaku pekerjaannya serabutan. Uang hasil penjualan mobil digunakan untuk membayar utang dan foya-foya. \”Pelaku dijerat pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun,\” pungkas Harris. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar