Hukum & Kriminal

Fenomena Mabuk Lem Bukan Semata Masalah Hukum

Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena mabuk lem yang dialami sejumlah anak di Surabaya membuat banyak pihak miris. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Sudjatmiko pun angkat bicara.

Saat ditemui di kantornya, pria kelahiran Semarang ini menyatakan bahwa fenomena mabuk lem ini tidak bisa hanya dilihat dari kacamata hukum saja namun dari berbagai sisi.

\”Anak tersebut melakukan pelanggaran hukum tersebut seperi dicontohkan mabuk lem itu latar belakangnya apa, lingkungannya, keluarganya, penanganannya bagaimana. Jadi harus dilihat dari sisi sosialnya,\” ujar Sudjatmiko, Rabu (21/11/2018).

Masih kata Sudjatmiko, karena anak tersebut adalah aset bangsa maka harus diperhatikan betul penanganannya. Jadi penegakan hukum terhadap anak tersebut tidak harus dipenjarakan, misalnya dengan dikeluarkan assasment sehingga bisa dilakukan rehabilitasi. Atau bisa dikembalikan ke orangtua dengan pengawasan yang lebih.

\”Yang jelas ini tidak hanya pengawasan lewat penegakan hukum saja, tapi harus melibatkan sisi lain sehingga anak-anak kita ini terhindar dari perbuatan tercela. Sehingga kita harus duduk bersama, jangan sampai aset bangsa ini rugi semua,\” tambahnya. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar