Hukum & Kriminal

Selama 2017-2018,

53 Pecandu Narkoba Alami Gangguan Jiwa, 2 Meninggal

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto menangani total 53 orang pecandu narkoba yang mengalami gangguan jiwa di tahun 2017-2018. Puluhan orang itu mengalami gangguan jiwa karena efek narkoba.

Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih mengatakan, efek penggunaan narkoba bermacam-macam, salah satunya yang harus diwaspadai adalah gangguan jiwa. “Sebab zat-zat yang tergantung pada narkotika dapat merusak saraf otak,” ungkapnya, Minggu (17/2/2019).

Masih kata Kepala BNN, sebanyak 53 orang tersebut mengalami gangguan jiwa mulai dari kualifikasi ringan, sedang hingga berat (gila). Dengan rentan usia pasien dari 25 sampai 45 tahun. Dari 53 pasien yang kami tangani, ada empat orang yang mengalami gangguan jiwa berat atau gila.

“Pada prinsipnya pengguna narkotika bisa dibilang mengalami gangguan jiwa. Namun ada kualifikasinya ringan, sedang dan berat. Sari puluhan orang pecandu dengan gangguan jiwa yang kita tangani, dua orang di antaranya meninggal dunia,” katanya.

Ke 2 orang tersebut meninggal dunia karena komplikasi penyakit. Kejadian ini terjadi tahun 2016. Kepala BNN menambahkan, komplikasi penyakit dan gangguan jiwa yang dialami pasien, dipicu karena kecanduan narkoba.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar