Hukum & Kriminal

5 ABG Curi Kotak Amal Masjid di Mojokerto untuk Beli Miras

Mojokerto (beritajatim.com) – Lima pelaku pencurian kotak amal Masjid Al-Muhajirin di Jalan Raya Brawijaya Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengaku, uang hasil pencurian dibuat untuk membeli minuman keras (miras).

Hal tersebut disampaikan salah satu pelaku, Yunus Firmansyah (18) saat realese di Mapolres Mojokerto. Pemuda asal Desa Gembongan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang ini mengaku baru melakukan pencurian kotak amal masjid.

“Untuk beli miras (uang hasil pencurian kotak amal masjid, red). Baru sekali (pencurian, red). Satu (kotak amal, red) dibawa, teman saya yang bawa,” ungkapnya, Selasa (21/5/2019).

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, dari lima pelaku, tiga di antaranya masih di bawah umur. “Dilakukan anak di bawah umur, ironis. Dua orang dewasa yang mengajak tiga anak di bawah umur,” katanya.

Sehingga, lanjut Kapolres, pihaknya mengimbau warga dan takmir masjid untuk tidak meninggalkan kotak amal di di dalam masjid. Pasalnya, tegas Kapolres, kadang-kadanga hal tersebut dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Sholikhin Fery menambahkan, dari lima pelaku, empat berhasil diamankan, sementara satu masih dalam pengejaran petugas. “Kelima pelaku berbagi tugas saat menjalankan aksinya,” jelasnya.

Dari dua kotak amal, satu dibawa kabur menggunakan sepeda motor Vega nopol S 2951 YB. Setelah sampai di pinggir sungai Desa Kalibenting, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Mojokerto dibongkar. Uang diambil, sementara kotak amal dibuang di sungai.

Keempat pelaku yakni Yunus Firmansyah (18) dan RB (14) serta AK (15) asal Mojowarno dan RH (17) asal Mojoagung, Kabupaten Jombang.

“Satu pelaku masih dalam pengejaran dengan inisial B asal Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Barang bukti yang berhasil diamankan dua kotak amal, satu buang tang, uang Rp136 ribu, sepeda motor Vega nopol S 3951 YB dan sepeda motor olong,” tegasnya.

Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 3e, 4e dan 5e KUHP. Aksi pencurian sendiri terjadi di pada, Rabu (15/5/2019) sekira pukul 02.00 WIB dengan kerugian antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar