Hukum & Kriminal

4 Orang Komplotan Pembobol Puluhan ATM Bank Jatim Didor

Trenggalek (beritajatim.com) — Satreskrim Polres Trenggalek berhasil membongkar aksi pembobolan terhadap puluhan mesin ATM Bank Jatim yang tersebar di 11 daerah di Jawa Timur. Ada empat orang komplotan pelaku yang diamankan petugas.

Mereka, Rudi Hermawan (37), Syahril Azmi (30), Agus Setiawan (25) dan Andika Steven (27). Keempatnya merupakan warga Lampung yang berdomisili di Cimahi, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, keempat pelaku dibekuk dari sekitar pintu keluar tol Boyolali Provinsi Jawa Tengah.

Dalam penangkapan tersebut, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Petugas terpaksa menghadiahi timah panas, karena pelaku melakukan perlawanan.

“Pengejaran Tim Opsnal Polres Trenggalek dimulai dari Kota Malang hingga masuk Tol Madiun. Akhirnya pelaku berhasil diamankan di sebuah rumah warga samping pintu keluar Tol Boyolali, pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB,” kata AKBP Didit Bambang, Rabu (6/2/2019).

Petugas sempat membuntuti keempatnya mulai dari Kota Malang. Kemudian ke arah Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kediri dan Nganjuk. Pelaku naik tol Madiun hingga sampai ke tol Boyolali.

Kapolres menambahkan, empat orang pelaku memiliki peranan berbeda. Dua orang sebagai eksekutor dan dua lainnya mengawasi dari luar ATM saat aksi pembobolan berlangsung.

“Penangkapan pelaku melibatkan anggota dari Polres Boyolali, Polsek Ngemplak dan PJR Polda Jawa Tengah yang telah membantu kita melakukan pengejaran,” tambah Kapolres.

Komplotan ini menyasar mesin ATM yang sepi. Umumnya, mereka beraksi di malam hari. Sementara modusnya terbilang baru. Pelaku memainkan timing penarikan uang.

Sebelum itu, pelaku mencongkel box uninterruptible power supply (UPS) di mesin ATM dengan sebuah obeng. Setelah berhasil melepas kabel listrik yang mengarah ke UPS mesin ATM mati, kemudian memasang kembali kabel aliran listrik ke UPS sehingga mesin ATM hidup kembali.

Setelah itu, pelaku melakukan transaksi dengan cara memasukan ATM yang sudah disiapkannya ke dalam mesin ATM. Ketika mesin ATM menghitung jumlah uang yang ditarik, ada jeda mesin ATM berhenti. Saat waktu itulah pelaku lainnya melepas aliran listrik yang ke UPS sehingga mesin ATM mati.

Pelaku mencongkel mulut ATM yang mengeluarkan uang dengan obeng dan mengambilnya dengan peralatan yang sudah mereka bawa, yakni alat penjepit berbentuk huruf L. Sehingga transaksi tersebut tidak terdebet pada nasabah. Melainkan menguras isi mesin ATM.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas terhadap para pelaku, komplotan ini telah membobol puluhan mesin ATM dari kurang lebih 11 kabupaten atau kota di Jawa Timur. Dua diantaranya di wilayah Kabupaten Trenggalek yang meliputi, Kecamatan Trenggalek dan Kecamatan Pule.

Kapolres menambahkan, satu mesin ATM di Kecamatan Durenan sempat disatroni komplotan pelaku. Tetapi mereka gagal. Namun demikian, pelaku berhasil menggasak uang kurang lebih Rp 11 juta.

Kini keempat tersangka harus meringkuk di sel tahanan Polres Trenggalek. Mereka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 4e KUHPidana tentang tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar