Hukum & Kriminal

2 Warga Bojonegoro Masuk Bui Gara-gara Pil Dengkul

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua tersangka berinisial TW (52) asal Desa/Kecamatan Balen dan AH (60) asal Desa Pakuwon, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro diamankan polisi lantaran mengedarkan obat daftar G tanpa memiliki surat izin dan keahlian khusus.

Obat Daftar G atau daftar obat keras yang diedarkan tersebut merupakan hasil racikannya sendiri yang dioplos dari berbagai jenis obat. Pil yang diberi label spesial Pil Dengkul itu berkhasiat menghilangkan penyakit pusing, asam urat dan linu tulang.

“Pil tersebut diracik sendiri dengan berbagai campuran, mulai Paracetamol, Pil Sendi, CTM, Super Tetra, Vitamin B2, dan masih banyak jenis lain,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Senin (11/2/2019).

Pil yang diracik sendiri itu dijadikan kapsul dan diedarkan ke daerah perkampungan dengan orang yang memiliki ekonomi rendah. Beberapa wilayah edarnya yakni di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dan Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

“Tersangka bisa meracik obat sendiri karena sebelumnya pernah bekerja di apotek,” kata Kapolres saat melakukan pers rilis di Mapolres Bojonegoro.

Tersangka diamankan saat  mengedarkan kapsul racikannya di Kecamatan Sumberejo. Kapsul tersebut dijual dengan harga lebih murah. Perpaket berisi lima kapsul hanya dihargai Rp1.500.

“Harga lebih murah, sehingga banyak di cari. Ini merupakan obat yang tidak bisa diukur efeknya dan tidak memiliki izin edar serta tidak memiliki kewenangan khusus dalam meracik obat,” terang Kapolres.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan sebanyak 4.881 butir kapsul yang sudah siap edar. Kedua pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 36 tahun 2009, tentang Kesehatan, pasal 196 dan 197, dengan ancama paling lama sepuluh tahun penjara. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar