Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

6 Mitos dan Fakta tentang Ereksi yang Tak Banyak Diketahui Pria

Rabu, 05 Desember 2018 19:14:51 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
6 Mitos dan Fakta tentang Ereksi yang Tak Banyak Diketahui Pria

Surabaya (beritajatim.com) - Penyakit Disfungsi Ereksi (DE) atau impoten seringkali menjadi suatu penyakit yang cukup tabu untuk menjadi pembahasan di masyarakat. Hal ini membuat banyaknya mitos yang menyebar, tanpa tahu fakta yang benar terjadi.

Berikut enam mitos dan fakta yang dipaparkan dokter spesialis andrologi dari RSU Dr Soetomo dan RS Adi Husada Surabaya, dr Susanto Suryaatmadja MS, Sp.And.

1. Mitosnya Disfungsi Ereksi adalah Proses Normal Penuaan

Banyak orang yang menganggap usia merupakan faktor utama yang mempengaruhi terjadinya Disfungsi Ereksi (DE) atau impoten. Mitosnya, impoten juga normal terjadi pada pria yang sudah lanjut usia.

dr Susanto pun menampik hal ini. Dirinya mengaku sering menemui pria yang telah lanjut usia, bahkan berusia di atas 80 tahun namun masih bisa ereksi dengan baik. Bagi, dr. Susanto, impoten juga bisa menyerang seluruh pria, baik muda ataupun yang sudah lanjut usia.

"Mitosnya DE merupakan proses normal penuaan. Faktanya penyakit impoten memang lebih banyak terjadi pada pria yang telah berusia tua, namun DE juga bisa terjadi pada semua usia," tegas dr. Susanto di Surabaya, Rabu (5/12/2018).

2. Mitosnya DE Hanya Berpengaruh pada Pria Saja

Masyarakat sering menganggap jika DE memiliki banyak pengaruh pada pria. Padahal faktanya, tidak hanga berpengaruh pada pria saja, namun wanita juga terkena dampak dari penyakit yang hanya dialami pria ini.

dr. Susanto mengatakan impoten menyebabkan wanita merasakan hal-hal yang tidak nyaman. Seperti tidak didapatkannya kepuasan dalam bercinta.

"Namun faktanya tidak hanya pria, wanita juga dapat terkena dampak dari DE. Impoten pada pria dapat menyebabkan adanya perasaan ketidakmampuan, frustasi dan rendahnya harga diri," lanjut dr. Susanto.

3. Mitosnya DE Terjadi Karena Kurangnya Gairah Seksual

Gairah seksual yang sangat rendah dianggap sebagian masyarakat menjadi salah satu penyebab dari timbulnya penyakit impoten. Padahal sebenarnya tidak. dr. Susanto mengatakan impoten bisa disebabkan oleh berbagai hal, bukan hanya rendahnya gairah seksual saja.

"Faktanya banyak kondisi medis, pengobatan dan faktor psikologis yang dapat menyebabkan impoten," imbuh dr. Susanto.

4. Mitosnya Impoten tak Butuh Konsultasi dengan Dokter

Faktanya, orang yang terkena impoten harus berkonsultasi dengan dokter. Karena dalam penanganan penyakit ini, perlu dicari sebuah penyakit yang mempengaruhi terjadinya impoten.

dr. Susanto mengatakan impoten bukan penyakit yang berdiri sendiri, karena penyakit ini sepaket dengan datangnya penyakit lain. Misalnya saja ada pria yang terkena impoten karena menderita diabetes atau penyakit jantung.

Jika penyakit diabetes atau jantungnya bisa disembuhkan, kemungkinan impoten yang dialami pria tersebut juga bisa sembuh.

"Pentingnya mengkonsultasikan kondisi ini dengan dokter. Karena pengobatan impoten harus dicari penyebabnya, kalau diabet ya diobati diabetnya. Pengobatan secara kedokteran, dengan terapi mencari penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter, khususnya saat berobat tentang jantung ataupun diabetes," katanya.

5. Mitosnya Impoten Bisa Diobati dengan Herbal

dr. Susanto mengatakan kebiasaan masyarakat yang mengobati penyakit impoten dengan membeli obat di pinggir jalan itu salah besar. Dia menambahkan kebanyakan masyarakat memang cenderung malu untuk berkonsultasi dengan dokter. Kebanyakan juga mencari jalan pintas untuk berobat dengan membeli obat herbal di jalan.

"Kebanyakan pola pikir masyarakat memang malu. Biasanya orang beli di pinggir jalan, seperti Mak Erot, pernah pasien saya di dalam penisnya saya USG ada logam yang tertanam di situ," lanjutnya dr. Susanto.

6. Mitosnya Pria yang Tak Bisa Ereksi Selalu Merupakan Tanda Impotensi

Banyak masyarakat menganggap pria yang tak bisa ereksi di satu kesempatan, merupakan tanda awal terjadinya impotensi. Padahal tidak. Faktanya, dalam kondisi stres atau kelelahan, beberapa pria memang tak bisa ereksi.

Namun, hal ini bersifat sementara dan tak akan berlangsung lama karena pria bisa kembali ereksi setelah kondisinya stabil dan sedang baik-baik saja.

"Faktanya beberapa pria terkadang tidak dapat ereksi karena dalam kondisi kelelahan atau stres atau sedang tak mood. Hal ini sifatnya sementara," pungkasnya. [adg/but]

Tag : seks

Komentar

?>