Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Doktor Universitas Brawijaya Latih Branding Kopi Ijen Banyuwangi

Sabtu, 01 Desember 2018 18:45:20 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Doktor Universitas Brawijaya Latih Branding Kopi Ijen Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Para doktor Universitas Brawijaya (UB) Malang mengabdi di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Lewat program Doktor Mengabdi, mereka mendampingi warga meningkatkan kualitas kopi.
 
Lima doktor dari berbagai disiplin ilmu di UB Malang terjun ke Desa Tamansari untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para anggota BUMDes. Warga dilatih cara mengolah dan memasarkan kopi, sekaligus sistem manajemen keuangan pengelolaan BUMDes.

Ketua kelompok program Doktor Mengajar UB Malang, Dr Mohammad Nuh, mengatakan, pelatihan dan pendampingan ini dilakukan hingga Desember. "Doktor dari berbagai disiplin ilmu ini melakukan pendampingan dan pelatihan sesuai dengan bidang ilmu mereka masing-masing," kata Nuh, Sabtu (1/12/2018).

Nuh mengungkapkan, Tamansari yang letaknya sebagai pintu masuk ke Kawah Ijen Banyuwangi, memiliki berbagai potensi pertanian terutama kopi yang dikelola oleh BUMDes setempat. Potensi kopi di Desa Tamansari mencapai 500 hektare dengan jenis kopi arabica, robusta, dan exelsa.

"Kualitas kopi sangat ditentukan sejak proses panen hingga packaging (pengemasan). Kami ke sini, akan mendampingi warga Tamansari untuk meningkatkan kualitas kopi yang selama ini diproduksi oleh BUMDes Tamansari. Dengan peningkatan kualitas kopi ini, diharapkan bisa menjadi salah satu cinderamata atau oleh-oleh khas Desa Tamansari," kata Nuh.

Apalagi Kawah Ijen telah dikenal dunia. Tiap harinya terdapat ribuan orang yang datang ke destinasi wisata tersebut. Potensi ini sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Dengan program Doktor Mengabdi ini tiap doktor memberikan pelatihan dan pendampingan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Doktor Fakultas Teknik Pertanian (FTP) akan melatih cara pengelolaan pertanian dan pasca panen kopi. Ada lima kelompok tani di Tamansari yang diajarkan proses mengolah kopi. Doktor Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) melatih cara branding dan pemasaran kopi.

"Untuk pengemasan kopi dilatih doktor dari Fakultas Teknik Industri. Doktor MIPA menangani kualitas kopi, sementara dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) melatih sistem keuangan BUMDes. Bagaimana menggunakan sistem keuangan melalui online, yang bisa memantau keuangan secara realtime," kata Nuh.

Selain melakukan pelatihan dan pendampingan, para doktor ini melaunching brand kopi "Ijen Coffe" bagi Packaging (kemasan) Ijen Coffe berlatar belakang Kawah Ijen, BUMDes Tamansari.

"Kami juga memberikan satu unit sealer machine, untuk memudahkan BUMDes melakukan pengemasan kopi," kata doktor yang juga Ketua BPPM FIA UB Malang tersebut. [rin/suf]

Tag : kopi

Komentar

?>