Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Dulu, Hampir Semua Orang Jawa Punya Keris

Senin, 19 Nopember 2018 00:04:59 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Dulu, Hampir Semua Orang Jawa Punya Keris

Bojonegoro (beritajatim.com) - Warisan benda pusaka yang melegenda, salah satu adalah keris. Warisan benda pusaka sebagai ageman itu, memiliki nilai budaya yang melekat dalam filosofi kehidupan. Sehingga, hampir semua orang Jawa dulu memilikinya.

"Bagi orang Jawa, keris mengandung makna mendalam, bahkan terdapat filosofi alur kehidupan," kata Silistiono, (38) salah satu anggota Paguyuban Senopati (Serikat Pelestari Tosan Aji) Nusantara saat mengikuti Festival Pusaka di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/11/2018).

Menurut Sulistiono, ada empat simbol bilah keris yang harus diketahui bahkan wajib dimiliki orang Jawa. Keempatnya memiliki dapur atau bentuk lurus, runcing dan tajam. "Orang Jawa memiliki empat pusaka wajib berdapur lurus. Pusaka keris itu adalah Brojol, Tilam Sari, Tilam Upih, dan Jalak Sangu Tumpeng," ujar pria asli Wonogiri itu.

Empat keris tersebut mempunyai arti yang berbada-beda namun saling berkaitan. Keris Brojol merupakan lambang keluar dari sebuah permasalah. Tilam Sari melambangkan keluarga Sekinah, Mawadah, dan Warohmah.

Sedangkan, Tilam Upih adalah lambang jiwa pemikir dan menurut kepada guru dan Jalak Sangu Tumpeng melambangkan sudah tidak kurang sandang lan pangan atau pakaian dan makanan.

"Dalam filosofi Islam, empat lambang keris itu disebut doa sapu jagat. Jika orang Jawa sudah memiliki empat pusaka ini, sesuai dengan filosofinya maka dia akan sukses dalam hidupnya," ungkapnya.

Sementara, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah mengatakan adanya pameran pusaka ini menarik perhatiannya untuk memiliki sebuah ageman. Dia mengaku, dari ratusan pusaka yang dipamerkan, ada yang menarik dan cocok dengan hatinya. Namun, dia merahasiakan jenis pusaka yang akan dipinangnya.

"Rahasia, yang pasti itu ageman agar bisa menyejahterakan rakyat Bojonegoro," ungkapnya. [lus/but]

Tag : tradisi

Komentar

?>