Rabu, 21 Nopember 2018

Budaya Angon Lebah di Kampung Madu Kediri Sejak 1985

Senin, 05 Nopember 2018 07:49:27 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Budaya Angon Lebah di Kampung Madu Kediri Sejak 1985

Kediri (beritajatim.com) - Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri menjadi salah satu desa penghasil madu terbesar di kabupaten ini. Sedikitnya ada 45 peternak masuk di Dusun Purworejo, Desa Bringin. Dalam setiap tahunnya, mereka mampu memproduksi hingga ratusan ton madu.

Produksi madu di Desa Bringin ini sudah dimulai sejak 1985. Peternak membudiyakan lebah madu dengan cara 'angon' atau menggembala lebahnya di daerah yang sedang banyak bunga bermekaran.

"Jika menginginkan rasa sesuai keinginan seperti, mangga, kaliandra atau rambutan, lebah-lebah tersebut digembalakan di daerah yang lagi musim bunga tersebut selama beberapa hari. Dirasa madu yang diperoleh sudah mencukupi barulah mereka pulang ke rumah masing-masing," kata Zainal Abidin, Kasun Purworejo yang juga sebagai peternak madu.

Menurut Zainal, kualitas madu yang dihasilkan dapat dilihat dari proses produksinya. Setiap peternak harus bersabar dalam memanen madu. Jika terlalu cepat panen maka hasilnya tidak terlalu bagus. Tapi apabila panen sesuai waktunya dan tingkat kekentalan madu itu yang kualitasnya bagus.

"Saya juga salah satu pembudidaya lebah madu di Dusun Purworejo Desa Bringin Badas. Saya ingin sekali mengangkat kembali kejayaan dusun ini khususnya sebagai sentra madu yang berkualitas seperti dulu kala," janjinya semangat.

Dewasa ini, produktifitas madu Desa Bringin diuji. Banyak peternak yang beralih profesi. Mereka sulitnya mencari tempat gembala karena perubahan zaman. Akibatnya, produksi madu sangat kurang dan tidak sesuai dengan keuntungan yang didapat.

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Desa Bringin berupaya mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya melalui acara Kampung Festival Madu. Even tersebut berlangsung selama tiga hari.

"Dengan acara Kampung Festival Madu, semoga dapat merangsang warga untuk kembali beternak lebah madu. Semakin banyak warga yang beternak madu akan lebih banyak lagi madu yang diproduksi serta menjadi sentra madu. Sekaligus Desa Bringin akan menjadi desa wisata edukasi lebah madu yang dapat dikunjungi wisatawan sewaktu-waktu yang ingin mencari madu berkualitas," pungkas Zainal. [nng/suf]

Komentar

?>