Kamis, 18 Oktober 2018

Kakek Ini Tekuni Kerajinan Miniatur Perahu Selama 38 tahun

Jum'at, 12 Oktober 2018 09:26:13 WIB
Reporter : Misti P.
Kakek Ini Tekuni Kerajinan Miniatur Perahu Selama 38 tahun

Mojokerto (beritajatim.com) - Djuhari Witjaksono (89) warga Jalan Brawijaya, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto selama 38 tahun menekuni kerajinan miniatur perahu. Usaha ini dilakukan untuk melestarikan budaya bahari Indonesia.

"Selain bagian dari budaya bahari Indonesia, perahu memiliki filosofi hidup. Kalau mempunyai cita-cita jangan sampai berhenti ditengah jalan. Sama halnya jika diibaratkan dengan perahu, ketika berlayar harus sampai pantai," ungkapnya, Jumat (12/10/2018).

Masih kata Djuhari, kerajinan miniatur perahu yang ditekuni sejak 1980 ini dibuat dari berbagai macam bahan. Diantaranya kayu jati dan kayu mahoni. Sementara cara membuat kerajinan miniatur perahu dia pelajari secara otodidak karena ia memang memiliki bakat keterampilan.

"Tidak ada kesulitan. Sebelum membuat, imajinasi bentuk perahu sudah ada dalam fikiran saya kemudian tangan saya tinggal membentuk kayu-kayu itu menjadi sebuah perahu. Selain miniatur perahu, saya juga pernah membuat kapal dengan ukuran besar," katanya.

Yakni dengan ukuran mencapai 20 meter. Sementara waktu pembuatannya, lanjut Djuhari, tergantung ukuran perahu. Kapal ukuran 20 meter pengerjaannya memakan waktu berbulan-bulan. Menurutnya, ia juga pernah menerima pembuatan perahu yang bisa berlayar.

"Tetapi yang mengerjakan bukan saya, karena saya bukan lulusan teknik perkalapan. Saya hanya mendesain. Untuk harganya miniatur perahu mulai dari Rp50 ribu hingga Rp125 juta tergantung ukuran dan kerumitan. Untuk jenis perahu pembeli bisa memesan sesuai keinginan," tuturnya.

Masih kata Djuhari, berbagai macam perahu telah ia buat. Diantaranya, perahu layar Mojopahit, Bahtera Nabi Nuh, KRI Irian, dan Perahu Layar Sriwijaya. Miniatur perahu tersebut juga bisa dipesan dengan kemasannya yakni dari aquarium atau botol.

"Kalau kapal ukuran besar mungkin agak sedikit rumit jika di kemas. Sementara ini saya hanya menjual di rumah karena para pelanggan saya sudah tahu rumah saya. Kalau mancanegara yang paling banyak dari Jepang Korea, Belanda dan timur tengah," ujarnya.

Sementara untuk pelanggan Indonesia mulai dari Ambon, Aceh, dan Papua. Beberapa karya miniatur perahu Djahuri juga ada di beberapa museum Indonesia. Bahkan karya Djahuri pernah mendapat penghargaan dari United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

"Usaha ini sampai mendapatkan dapat dari Walikota Mojokerto, gubernur, instansi negara, sampai dari UNESCO. Saya juga punya Sanggar Seni Bahari Tradisional, masyarakat dapat belajar membuat miniatur perahu di sana," jelasnya. [tin/suf]

Tag : kerajinan hobi

Komentar

?>