Rabu, 17 Oktober 2018

Peringati Sumpah Pemuda, Sampoerna Gelar Pameran Foto “Tanah Air” dan Diskusi Kepemudaan

Sabtu, 22 September 2018 21:43:08 WIB
Reporter : Kuntoro Rido Astomo
Peringati Sumpah Pemuda, Sampoerna Gelar Pameran Foto “Tanah Air” dan Diskusi Kepemudaan

Surabaya (beritajatim.com) - Sekitar sembilan dekade silam, para pemuda Indonesia melakukan ikrar yang merekatkan persatuan: satu dalam nusa, satu dalam bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan: bahasa Indonesia - tiga syarat eksistensial sebuah negara. Sumpah Pemuda yang diikrarkan, antara lain, oleh Jong Java, Jong Soematranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Roekoen (pemuda Sunda), dan Pemoeda Kaoem Betawi ini menandai bangkitnya pemuda Indonesia membangun Ibu Pertiwi.

Ikrar yang berhasil menyatukan berbagai etno-nasionalisme menjadi satu bangsa ini merupakan yang pertama kalinya di dunia. Budayawan UGM Alm. Umar Khayam bahkan mengatakan, belum pernah ada satu pun bangsa yang melakukan ikrar ini. Hingga kini, Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 di Indonesische Clubhuis (sekarang Gedung Sumpah Pemuda), terus diperingati untuk meneguhkan kembali makna persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai bangsa dan negara.

Memeringati Sumpah Pemuda 2018, House of Sampoerna dan beberapa lembaga museum, pemerintahan dan kolektor pribadi bersatu untuk menggelar pameran warisan budaya dan foto “Tanah Air” bertema kepemudaan melalui satu rangkaian acara bertema "Bhinneka Satu", yang diselenggarakan sejak tahun 2017. Bhinneka Satu merupakan acara tahunan yang mengangkat sejarah keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan keberlangsungannya.

Acara diawali dengan paparan kebangsaan tentang kepemudaan dan persatuan pada 22 September 2018, dan sebuah diskusi interaktif yang akan dipandu oleh Suara Surabaya Media, bertemakan ‘Menghadapi Tantangan Persatuan’ pada 23 September 2018. House of Sampoerna menghadirkan sejumlah tokoh nasional, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof Dr Sri Adiningsih M.Sc., Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr Hilmar Farid, dan dua pengusaha muda Surabaya, yakni Pendiri Dus Duk Duk, Angger Diri Wiranata, dan Chief Community Activation Good News from Indonesia Shinta Saputra.

Direktur Urusan Fiskal dan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita, dalam rilis yang diterima beritajatim.com terima mengatakan, Sumpah Pemuda dapat menjadi momentum bagi seluruh komponen bangsa untuk semakin merekatkan persatuan di tengah perbedaan demi kemajuan Indonesia.

Tak hanya itu, setiap warga, khususnya kaum muda, juga dapat menggunakan momentum persatuan ini untuk terus melakukan gerakan revolusi mental yang digagas oleh Bapak Pendiri Bangsa Soekarno untuk menghadapi tantangan bangsa, termasuk di bidang ekonomi. Indonesia, sebagai bangsa terbesar keempat di dunia, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.

"Kaum muda sebagai agen perubahan perlu meningkatkan kompetensi agar dapat membangun Indonesia yang lebih baik. Hal ini dapat menjadi modal sosial yang baik untuk membangun bangsa," kata Elvira.

Pameran yang digelar pada 22 September - 11 November 2018 di The Residence, House of Sampoerna ini merupakan kerja sama antara House of Sampoerna, Direktorat Sejarah – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Museum Nasional Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Arsip Nasional Republik Indonesia, Harian Kompas, Museum Tekstil DKI Jakarta, Nationaal Archief Netherlands, Museum Panji Tumpang, Malang, Museum Wayang Potehi Gudo, Jombang, dan Ebby Dwijaya. Bertindak sebagai penasihat adalah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sementara itu, kurator pameran ini adalah Oscar Motuloh, dan Gunawan Widjaja dari Calibre.id, serta Ina Silas dari House of Sampoerna. [kun]

Komentar

?>