Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Peringati Hari Kakatua Indonesia, PROFAUNA Dukung PP 20

Jum'at, 14 September 2018 20:43:00 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Peringati Hari Kakatua Indonesia, PROFAUNA Dukung PP 20

Malang (beritajatim.com) - Organisasi perlindungan hutan dan satwa liar PROFAUNA Indonesia menggelar kampanye publik untuk memperingati Hari Kakatua Indonesia di Kota Malang pada Jumat (14/9/2018).

Dalam kampanye unik ini mereka melakukan aksi teatrikal, menunjukan kejamnya penyelundupan burung kakaktua. PROFAUNA juga menyatakan dukungannya terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 20 tahun 2018.

Peraturan no 20 tersebut memuat 921 jenis tumbuhan dan satwa liar dan menggantikan lampiran Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Jenis satwa yang banyak masuk daftar dilindungi dalam peraturan ini salah satunya adalah burung nuri dan kakatua.

"Saat ini dari 89 jenis kakatua dan nuri di Indonesia, 88 jenis sudah ditetapkan menjadi satwa dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan No. 20 Tahun 2018," kata Afrizal Abdi Juru Kampanye PROFAUNA Indonesia.

PROFAUNA Indonesia menyambut baik dan mendukung secara penuh diterbitkannya peraturan ini. Jenis-jenis yang dulunya tidak dilindungi misalnya kakatua putih (Cacatua alba) kini mendapat kepastian hukum, sehingga perdagangan dan penangkapannya dilarang.

"Karena sudah ada dasar hukumnya, maka penangkapan dan perdagangan 88 jenis burung kakatua dan nuri dilarang. Termasuk bagi yang memelihara di rumah tanpa izin, bisa dikenakan hukuman penjara," ujar Afrizal Abdi.

Menurut UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perburuan, perdagangan atau pemeliharaan satwa dilindungi secara ilegal bisa diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Afrizal menegaskan PROFAUNA Menolak adanya wacana revisi P.20. Sebab, 2 bulan pasca disahkan, pemerintah memiliki wacana akan merevisi satwa-satwa dilindungi yang sudah tercantum di Peraturan Menteri LHK no 20.

Revisi tersebut nantinya akan mengeluarkan tiga spesies burung yang ada dalam daftar dilindungi, antara lain jalak suren (Gracupica jalla), cica daun besar (Chloropsis sonnerati), dan cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus).

"Ironinya, alasan dari ketiga satwa itu dikeluarkan karena adanya tekanan dari sekelompok masyarakat yang berada di sekitar pusaran bisnis perdagangan burung," ucap Afrizal.

"Ini merupakan kemunduran sekaligus ancaman bagi dunia konservasi satwa, karena bisa saja mereka menuntut jenis-jenis lain termasuk kakatua dan nuri yang banyak diminati penghobi burung untuk dianulir dan dikeluarkan dari daftar satwa dilindungi," papar Afrizal.

Menurutnya Revisi peraturan harus berdasarkan kajian ilmiah, bukan sekedar karena tekanan sekelompok masyarakat. Kekuatiran penghobby burung terhadap peraturan menteri tersebut juga dinilai berlebihan, karena yang dilarang adalah burung-burung hasil tangkapan dari alam.

"Salah satu ancaman serius bagi kelestarian kakatua adalah perdagangan ilegal. Kepolisian Resort Indragiri Hilir, Riau berhasil menggagalkan 38 ekor kakatua yang hendak diselundupkan ke Singapura pada tanggal 4 September 2018.
Burung-burung yang ditaksir bernilai Rp380 juta itu rencananya akan diselundupkan melalui Kota Batam, Kepulauan Riau," ujar Afrizal.

Burung kakatua yang akan diselundupkan yaitu kakatua raja (Probosciger atterimus), kakatua putih (Cacatua alba), kakatua seram (Cacatua moluccensis), dan kakatua koki (Cacatua galerita) diamankan dari pengepul berinisial R, seorang warga Jember yang tinggal di Riau.

"Tidak membeli dan memelihara burung kakatua merupakan cara sederhana untuk memotong rantai perdagangannya. Karena 95% perdagangan kakatua merupakan hasil tangkapan dari alam. Sehingga apabila terus-menerus ditangkap, maka dikhawatirkan akan punah," tandas Afrizal Abdi.

Sementara itu data PROFAUNA menunjukan angka penangkapan burung nuri dan kakatua di alam masih tinggi. Berdasarkan investigasi PROFAUNA Indonesia pada November 2016, sekitar 3.000 ekor kakatua putih, kesturi ternate, dan nuri bayan ditangkap dari alam saat musim buah. [luc/but]

Tag : satwa

Komentar

?>