Minggu, 21 Oktober 2018

Ini Kabar Terbaru tentang Cable Car di Kawah Ijen

Sabtu, 01 September 2018 20:35:27 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ini Kabar Terbaru tentang Cable Car di Kawah Ijen

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pembangunan cable car atau kereta gantung menuju ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen tampaknya masih sebatas wacana. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno.

Menurutnya, pembangunan cable car masih belum ada pembahasan tingkat lanjut. Bahkan, saat ini pihaknya juga belum melakukan langkah untuk membuat kajian terkait hal itu.

"Belum, secara teknis geologi harus fisibel bisa dipertanggungjawabkan secara teknikal, secara ekonomi harus memberikan imbas yang signifikan pada masyarakat," terangnya.

Aspek lain, kata Wiratno, juga harus diperhatikan. Di antaranya, aspek budaya dan kepercayaan masyarakat.

"Yang penting harus diterima di tengah masyarakat. Di mana-mana cable car itu bagus," katanya.

Tapi lebih dari itu, ujar Wiratno, banyak pertanyaan yang harus dijawab. Seperti isu dampak pembangunan itu.

"Apakah pembangunan itu akan menggusur ekonomic local community? Misalnya, warga yang mengambil belerang hidupnya masih seperti itu. Akankah itu mau dilestarikan? Apakah nanti adanya cable car itu bisa membantu, atau mampu mengangkat harkat hidup ekonomi masyarakat setempat. Itu pertanyaan yang perlu harus dijawab," katanya.

Sehingga, kata Wiratno, perlu adanya konsultasi yang cukup. Yakni, konsultasi yang mendukung terciptanya sebuah mufakat.

"Saya ingin membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang mungkin terdampak oleh pembangunan cable car," ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus memastikan jika pembangunan cable car memang masih dalam tahap wacana. Wiratno juga menyebut, sejauh ini belum ada rencana untuk melakukan pembangunan tersebut.

"Survey awal untuk melihat itu bisa atau nggak itu harus dilakukan, saat ini sedang dilakukan. Saya masih menunggu hasilnya, kalau memang tidak mungkin ya tidak usah dilakukan,"

Namun, pihaknya memberi ruang untuk melihat lebih jauh mengenai kemungkinan tersebut. "Mungkin butuh 6 bulan untuk proses dialog, proses analisis geologi, pondasi, kegempaan, potensi kehampaan dan lain-lain," pungkasnya.

Rencana pembangunan cable car atau kereta gantung di TWA Gunung Ijen mulai merebak pada tahun 2017 lalu. Berbagai pihak mulai dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kemenpar, Pemerintah Banyuwangi bahkan Menko Perekonomian beberapa waktu lalu juga mengungkapkan hal yang sama mengenai pembangunan itu. Akan tetapi, hingga kini realisasi pembangunan sarana pendukung pariwisata menuju si Api Biru Kawah Ijen masih belum tentu. [rin/but]

Komentar

?>