Selasa, 16 Oktober 2018

Putu Wijaya Rayakan HUT RI dengan Berteater

Jum'at, 24 Agustus 2018 09:58:44 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Putu Wijaya Rayakan HUT RI dengan Berteater

Surabaya (beritajatim.com) - Ada yang menarik tadi malam di Balai Budaya Surabaya yakni digelarnya sebuah pertunjukan teater 'Jprutt' yang naskahnya ditulis dan disutradarai sendiri oleh maestro dalam dunia teater Indonesia yakni Putu Wijaya. Bertindak sebagai tuan rumah dalam acara ini adalah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Naskah ini dipentaskan Kelompok Teater Mandiri dengan aktor; Niniek L Karim, Jose Rizal Manua, Cobina Gillit, Bambang Ismantoro, Ulil Elnama, Ari Sumitro, Rukoyah, Lela, Ramdhan dan Peni.

Kehadiran Teater Mandiri beserta Putu Wijaya merupakan rangkaian dari pentas keliling untuk merayakan HUT RI dan Ulang Tahun Teater Mandiri yang ke 47 tahun serta Ulang Tahun Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Unair yang ke 30.

Bertepatan dengan momen-momen indah, Teater Mandiri dan Putu Wijaya memilih mementaskan naskah 'Jprutt' ini karena naskah ini mengangkat isu cinta tanah air dan pandangan masyarakat Indonesia terhadap Asing juga pandangan Asing terhadap Indonesia.

Dalam naskah terbarunya, Putu Wijaya berpesan agar kita tidak selalu memandang Orang Asing (luar Negeri) sebagai dewa atau musuh, tapi juga sebagai sesama manusia agar derajat dan martabat Indonesia juga bisa berdiri sama tinggi duduk sama rendah.

Pementasan di Surabaya ini menjadi rangkaian pementasan ke-4 dari naskah 'Jprutt' ini. Terkait hal tersebut, Putu Wijaya mengaku sangat senang bisa bermain kembali di depan mahasiswa FIB Unair. Ia  mengatakan bahwa apresiasi mahasiswa FIB Unair sangat besar terhadap dirinya. Nah, hal itu pula yang membuat Putu selalu ingin tampil di Unair.

Diah Ariani Arimbi, Dekan FIB Unair mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari masa pengenalan lingkungan dan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

"saya harap, dengan dihadirkan nya pementasan ini, anak-anak FIB jadi lebih menjiwai semangat berkuliah di Fakultas Ilmu Budaya dan mengenal budaya dan kesenian Indonesia dengan lebih baik," ujarnya.

Tak lupa sebagai legenda hidup di dunia Teater, Putu Wijaya berpesan. "Sangat wajar jika generasi sekarang disibukkan dengan banyak pilihan. Jika teater tidak bisa membuat dirinya menarik dari semua hal menarik yang ada disekeliling generasi millenial ini, maka bisa saja mereka tidak mau bermain teater atau bahkan untuk sekedar menonton saja," ujar Putu.

"Tapi jika generasi muda saat ini mau membuka pikirannya sedikit lebih lebar dan dalam, maka akan ditemukan bahwa teater adalah tempat dimana pemikiran tentang hidup dan berbagai pembelajaran berkumpul menjadi satu. teater adalah Life Art," tutupnya. [adg/suf]

Tag : teater

Komentar

?>