Senin, 17 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Daya Magis Masjid Tiban Masih Memikat Peziarah

Jum'at, 10 Agustus 2018 21:35:20 WIB
Reporter : M Jakariya
Daya Magis Masjid Tiban Masih Memikat Peziarah

Malang (beritajatim.com) - Bagi Anda para pecinta arsitektur Islam khas Timur Tengah, Masjid Tiban tentu menjadi rekomendasi yang layak dipertimbangkan. Masjid megah ini terletak di tengah padatnya perkampungan di desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang. 

Arsitektur dan desain interior masjid menyerupai arsitektur bangunan Islam ala kekhalifaan Turki Utsmani yang diasimilasikan dengan ornamen-ornamen kerajaan Melayu sebagaimana yang ada di Kerajaan Brunei Darusalam. Masjid yang mayoritas terdiri dari warna biru putih ini akan memanjakan mata para penziarahnya.

Daya magis yang menyertai masjid sepuluh lantai ini adalah mitosnya yang sangat terkenal. Masjid tiban dipercaya oleh warga sekitar dibangun dengan bantuan para jin, masjid ini dipercaya tiba-tiba jadi tanpa ada warga yang mengetahui proses pembangunannya. 

Pahadal keajaiban itu telah diklarifikasi oleh pihak pondok pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah  selaku empunya masjid. Bahwasannya masjid Tiban murni dibangun oleh para jama’ah dan santri sebagaimana tertulis di depan lobby pintu masuk masjid.

“Setiap hari, kalau hari biasa, penziarah di masjid ini sekitar 50-an orang lebih. Jumlahnya akan meningkat signifikan kalau sudah menginjak bulan Ramadhan dan liburan sekolah,” ujar Syamsudin salah satu anggota takmir.

Tidak hanya menarik wisatawan dalam negeri, masjid Tiban juga didatangi penziarah dari luar negeri, seperti wisatawan asal negeri jiran, Malaysia.

“Ini pertama kalinya saya kesini, masjid ini pertama kali saya dengar dari cerita teman saya ketika dia kuliah di Malang. Hal itu menarik perhatian saya, oleh karena itu saya sempatkan berkunjung kesini ketika saya berada di Malang” ungkap Walid, wisatawan asal Malaysia.

Telah berlalu beberapa tahun sejak pertama kali didirikan, masjid ini terus menerus mengalami perbaikan hingga hari ini, meskipun belum rampung, hal ini tidak menyurutkan minat para peziarah. “ Pembangunan ditargetkan rampung beberapa tahun kedepan, sehingga fasilitas dan keindahan masjid dan kompleksnya menjadi lebih baik” tutur Sholehudin, salah satu santri senior. [jak/but]

Komentar

?>