Jum'at, 20 Juli 2018

Tiga Gadis Cantik Ini Ternyata Kembar

Senin, 09 Juli 2018 15:53:35 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Tiga Gadis Cantik Ini Ternyata Kembar

Banyuwangi (beritajatim.com) - Riska Nurrohmah, Riski Nurjanah, Riske Nurazizah menjadi pusat perhatian kala datang bertiga ke Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) menjadi peserta di Festival Kembar Banyuwangi. Mereka tampak sulit dibedakan. Ketiganya berparas cantik.

Mereka datang berdandan rapi bertutup kerudung, dan memakai kaca mata. Ketiganya pun tampil kompak.

Riska, Riski, Riske berasal dari Kecamatan Srono. Mereka anak ketiga dari pasangan Kaderin dan Musriyati.

Dari kecil hingga menginjak usia 17, mereka selalu tampil kompak. Bahkan, seolah tak terpisahkan. Tak hanya itu, mereka juga sekolah di tempat yang sama, yakni di MAN 3 Banyuwangi.

"Sejak kecil memang bersama, sampai sekarang. Senang sekali bisa menjadi bagian dari festival kembar ini. Karena, ternyata banyak kesan," ungkap ketiganya.

Tak satu, tapi ada juga tiga dara lain yang hadir di Festival ini. Mereka adalah, Nadira, Naura, dan Nayra (8) yang merupakan putri kedua, pasangan Imam Supriyanto dan Yeni Ratnasari.

“Tadi kaget lihat banyak orang kembar. Biasanya cuma lihat ada satu atau dua, tapi di sini ada banyak pasangan kembar. Lucu, soalnya gak hanya wajah, baju yang dipake juga kembar-kembar,” kata Nadira.

Sementara sang ibu, Yeni, mengatakan sengaja ikut festival ini untuk mengajarkan ketiga putri kembarnya bersosialisasi. “Sayaingin mengenalkan komunitas kembar di Banyuwangi ke mereka,” kata dia.

Begitu halnya orang tua dari Anisa Diana Saskia, Ahmad Rafli dan Ahmad Rafif ini. Pasalnya, pasangan Putriana dan Andi Yulianto mendapatkan rezeki yang tiada terkira.

"Awalnya, usia kandungan 5 bulan kok rasanya perkembangannya cepat sekali. Terus, gerakannya kencang. Kemudian, saat itu saya periksakan ke dokter ternyata ada janin tiga di dalam," kata Putriana Ibu balita kembar asal Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Ketiganya, kata Putri, lahir secara caesar. Jarak antara ketiganya hanya berselang 1 menit. Mereka lahir 10 April 2016.

"Setelah lahir baru tahu kalau jenis kelaminnya dua cowok, 1 cewek," ungkapnya.

Kendalanya usai melahirkan yaitu proses mengasuh. Pasalnya, mereka tentunya tak bisa sendiri.

"Waktu itu, untungnya ada ibu dan saudara yang dekat rumah. Tiga bulan mereka mendapat asi, selanjutnya pakai susu formula. Karena kalau pakai asi nggak cukup" katanya.

Kedua orang tua tersebut menjadi bagian dari warga yang beruntung.    Enam anak mereka menjadi bagian dari 173 peserta dalam Festival Kembar Banyuwangi.

Sekretaris Daerah Banyuwangi Djadjat Sudrajat mengatakan, Festival Kembar ini digelar untuk menciptakan komunitas kembar yang positif.

"Kalian adalah istimewa dan merupakan anugerah. Kami ingin ada komunitas sebagai tempat sharing dan beraktivitas positif bagi pasangan kembar. Semoga lewat festival, sharing antar pasangan kembar bisa berlanjut di suatu wadah," pungkas Djajat. [rin/but]

Tag : festival

Komentar

?>