Senin, 16 Juli 2018

Ini Untungnya Ada Diaspora Banyuwangi

Minggu, 17 Juni 2018 17:04:17 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ini Untungnya Ada Diaspora Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Momen pulang kampung saat Lebaran dimanfaatkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mengumpulkan kembali warga perantaunya. Ribuan perantau asal Banyuwangi dari berbagai belahan bumi Indonesia dan dunia datang bersemangat untuk berkumpul dalam sebuah acara 'Diaspora Banyuwangi'.

Sejumlah tokoh maupun warga yang pernah tinggal di luar tanah kelahirannya ini datang berkumpul. Tampak hadir dalam acara tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Arief tak pernah melewatkan satu kalipun acara yang telah digelar sejak 2013 ini. Bagi Arief, acara ini adalah reuni akbar serta membangkitkan spirit memajukan Banyuwangi.

“People to people connection itu jauh lebih kuat dan dahsyat dibandingkan business relation. Silaturahim diaspora setahun sekali dan bertepatan dengan momentum halal bi halal ini sarana yang baik untuk memperkuat jalinan hubungan personal atau people to people connection untuk memajukan daerah,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya di hadapan seribu diaspora Banyuwangi.

Hadir pula dalam acara tersebut anggota DPR Nihayatul Wafiroh, Konsul Keuangan dan Bea Cukai KJRI Hongkong Imik Eko Saputro, dan Anggota Dewan Komisioner OJK Ahmad Hidayat. Para diaspora yang hadir tercatat dari Korea, Selandia Baru, Jepang, Taiwan, Hongkong. Juga dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Bali,  Jakarta, hingga Bandung.

"Bangun Banyuwangi ini sesuai dengan peran yang anda miliki kini. Ini ada petinggi OJK di sini, tolong bantu pengembangan usaha mikro orang Banyuwangi. Banyuwangi sudah menunjukkan prestasinya yang luar biasa, jadi jangan segan membantu daerah ini," ajak Arief.

Para diaspora yang hadir mengaku senang dengan acara rutin ini. Bahkan, semangat Bupati Anas mengembangkan daerahnya menjadi inspirasi bagi Irzal Mariyanto, karyawan kargo yang bekerja di Malaysia.

"Apa yang dilakukan pak Anas yang mengentaskan kemiskinan telah menyentuh kami yang di rantau," kata Irzal.

Irzal mengaku sudah tiga kali hadir di acara ini dan merasakan sangat senang dengan acara ini. "Selain silaturamin, di sini bisa tukar pengalaman dan relasi dengan banyak orang. Siapa tahu ada kerja sama usaha nantinya," kata Irzal.

Hal yang sama juga diakui Imik Eko Putro, Konsul Keuangan dan Bea Cukai KJRI Hongkong. "Jantung ini tadi berdegup melangkah ke acara ini. Saya sudah lama tidak pulang, dan sekarang hadir ke sini untuk mengenang Banyuwangi kembali. Acara ini luar biasa," kata Imik.

Imik mengaku rajin mengikuti perkembangan Banyuwangi di berbagai media sosial. Bagi dia, perkembangan akses udara menuju ini prestasi yang membanggakan.

"Saya yang merasakan perubahan Banyuwangi yang luar biasa. Datang ke mari, kami kembali diingatkan bagaimana berkontribusi mengembangkan daerah," jelas Izral.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan diaspora didesain untuk semakin menguatkan cinta kepada Banyuwangi. Diaspora ini untuk menguatkan semua untuk semakin menumbuhkan cinta pada daerah.

"Momen juga bisa dijadikan tempat menggalang solidaritas membangun daerah dan bertukar informasi. Semua bisa membangun jejaring untuk bersama-sama mengembangkan daerah," ujarnya.

Acara ini pun dirancang untuk membangkitkan kembali kecintaan pada daerah asal. Para diaspora diajak menikmati lagu-lagu Banyuwangi dengan iringan musik patrol. Seperti Gelang Alit, Umbul-umbul Blambangan, hingga Kelangan.

Acara ini juga dimeriahkan penampilan 12 mahasiswa dari berbagai negara yang sedang mempelajari kebudayaan Banyuwangi. Mereka membawakan tari Gandrung.

Sembari menikamati suguhan seni, para peserta juga asyik melepas rindu mencicipi hidangan khas Banyuwangi. Seperti pecel pitik, rujak soto, nasi cawuk, lontong sayur, hingga sayur kelor sambal sereh. [rin/suf]

Komentar

?>