Senin, 17 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Begini Tradisi Pasar Bandeng di 28 Hari Bulan Ramadan

Selasa, 12 Juni 2018 00:32:46 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Begini Tradisi Pasar Bandeng di 28 Hari Bulan Ramadan

Gresik (beritajatim.com) - Tradisi Pasar Bandeng di 28 hari Bulan Ramadhan kembali digelar. Pada moment itu, banyak penjual ikan bandeng dadakan yang menjajakan dagangannya di sepanjang Jalan Samanhudi hingga Gubernur Suryo Gresik.

Dengan dibuatkan stand-stand berukuran 1×1,5 meter. Pedagang ikan berlomba-lomba menarik pembeli sambil menunjukkan ikan bandeng dengan berat 1  hingga 3 kilogram.

Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari harga terbawah Rp 45 ribu untuk bandeng dengan berat 1 kilo 9 ons. Hingga 3 kilo dengan harga Rp 185 ribu.

Salah satu pedagang ikan bandeng Dewi (29) warga asal Desa Mengare, Kecamatan Bungah, menceritakan dirinya sudah berjualan 10 tahun lebih. Satu ikan bandeng yang ditawarkan ke pembeli bervariasi. Mulai 1 kilo ke atas dihargai Rp 60 ribu. Berat 1,5 kilo ke atas di hargai Rp 80 ribu. Sedangkan berat 2 kilo dihargai Rp 110 ribu.

"Kalau beratnya 2,5 kilo kami tawarkan ke pembeli dengan harga Rp 135 ribu. Diatas itu dengan berat 3 kilo kami tawarkan Rp 185 ribu," tuturnya.

Pedagang ikan bandeng tidak hanya diikuti warga asal Kecamatan Manyar dan Bungah. Dua kecamatan yang menjadi sentra penghasil ikan bandeng. Namun, beberapa pedagang di luar daerah itu juga turut mencari untung menjual bandeng menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Barusan kulakan ikan bandeng dari Mengare. Coba-coba mencari untung hasilnya lumayan buat Lebaran bersama keluarga," ujar Siti Zaenab (33), warga asal Kelurahan Lumpur, Gresik.

Tradisi pasar bandeng setiap tahunnya selalu digelar. Bedanya, pasar ini hanya ada saat akan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Uniknya, tradisi ini hanya ada diselenggarakan di Gresik. Sejumlah pedagang ikan bandeng tidak hanya berdatangan dari Gresik. Daerah lain seperti Lamongan, dan Sidoarjo juga turut meramaikan tradisi ini sambil mencari untung.

Usai pasar bandeng, selanjutnya disambung dengan kontes lelang bandeng yang rencananya diselenggarakan pada 13 Juni 2018.

Kontes tersebut dikhususkan bagi petani tambak. Penilainnya difokuskan pada berat ikan bandeng yang dilelang. Tahun lalu kontes lelang bandeng dimenangkan oleh Ali Huda dari Desa Tanjung Wedoro, Mengare, Gresik. Berat bandeng yang ikut kontes mencapai 9,6 kilo.

Berdasarkan catatan sejarah, mulanya pasar bandeng hadir untuk memenuhi kebutuhan para santri Sunan Giri di pondok pesantren Giri Kedaton, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Sumber lain menyebutkan, pasar bandeng dikaitkan dengan sejarah perjalanan Sunan Giri pada malam terakhir bulan Ramadan. Saat itu, Sunan Giri melanjutkan perjalanan dari Giri ke sebuah musala di sekitar Pasar Gresik sekarang. Pengikut Sunan Giri yang berjumlah banyak itu kemudian membuat pasar dadakan yang banyak memperjualbelikan ikan Bandeng. [dny/suf]

Tag : tradisi

Komentar

?>