Kamis, 19 Juli 2018

Perankan Tjut Nyak Dhien, Inilah Obsesi Sha Ine Febriyanti

Selasa, 29 Mei 2018 22:23:31 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Perankan Tjut Nyak Dhien, Inilah Obsesi Sha Ine Febriyanti

Surabaya (beritajatim.com) - Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya, malam ini (Selasa, 28/5), ramai dikunjungi para peminat seni pertunjukan yang ingin menyaksikan Sha Ine Febriyanti memerankan Tjut Nyak Dhien. Terlihat sekitar 400 penonton memenuhi gedung pertunjukan.

Diselenggarakan atas sponsor Djarum Foundhation, pertunjukan monolog teater Tjut Nyak Dhien ini merupakan pertunjukan ke empat dari  rangkaian pertunjukan 10 kota di seluruh Indonesia.

Sha Ine yang berperan sebagai aktor, penulis naskah sekaligus sutradara ini menunjukkan sisi keperempuanan yang sentimentil dari seorang yang telah dikenal sebagai pahlawan perempuan yang maskulin. Pertunjukan Tjut Nyak Dhien ini mengangkat sisi lain Pahlawan Indonesia dari Tanah Rencong tersebut.

Pada naskah Tjut Nyak Dhien, Sha Ine menceritakan rasa kesepian Dhien semasa di pengasingan, di Sumedang. Dalam naskah tersebut Sha Ine juga di menceritakan masa lalu Dhien dan kisah cinta yang tidak banyak orang tahu.

Sha Ine sendiri ketika diwawancara setelah pentas mengungkapkan bahwa pemilihan naskah pahlawan perempuan ini ditujukan untuk memberikan wawasan kebangsaan yang menarik bagi generasi muda.

"Saya ndak muluk-muluk ya sebenarnya, karena naskah ini tentang pahlawan yang sepertinya generasi sekarang kesulitan dalam mengakses informasi, ya saya kira cerita ini sangat membantu melihat dan mengetahui lebih dalam mengenai pahlawan perempuan, yang tidak hanya keberanian di medan perang tetapi juga sisi lain kehidupannya," ujar Ine

Pertunjukan dikemas dengan sentuhan modern dengan sentuhan pementasan dan keaktoran yang apik, Sha Ine mendapat banyak pujian dan cinta dari penontonnya.

"Komposisi panggung dengan keberadaan slide yang ada dibelakang, sangat membantu meningkatkan imajinasi visual yang lebih baik. Tapi mungkin karena menggunakan microphone ya jadi artikulasinya tidak terlalu menghantarkan getaran emosi dari penokohan Tjut Nyak Dhien," ungkap Suryadi Kusniawan, Budayawan Jawa Timur yang ikut hadir menonton pentas teater tersebut. [adg/but]

Tag : seni

Komentar

?>