Kamis, 18 Oktober 2018

Rujak Uleg Legendaris Malang Berusia Setengah Abad Lebih

Sabtu, 28 April 2018 13:07:07 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Rujak Uleg Legendaris Malang Berusia Setengah Abad Lebih

Malang (beritajatim.com) - Kota Malang dikenal sebagai kota yang kaya akan kuliner. Beragam kuliner berjamuran, mulai dari aneka olahan pedas, aneka bakso, aneka olahan kripik dan beberapa makanan tradisional.

Salah satu depot makanan tradisional yang masih ada sampai saat ini adalah Rujak Uleg Pojok di Jalan Padjajaran, Klojen, Kota Malang. Rujak uleg ini berusia 67 tahun. Rujak uleg legendaris ini milik Then Pran Shen dan istrinya bernama Oe Tjie Iem.

"Buyut awalnya dari RRC (Republik Rakyat China) jualan buku. Tidak ada pekerjaan akhirnya jualan rujak kan masakan tradisional sedangkan buyut ingin menjadi orang pribumi," kata cicit pemilik Depot Rujak Pojok Padjajaran, Indra Agustina, Sabtu, (28/4/2018).

Depot rujak itu kini dikelola oleh Agustina. Depot ini pertama kali berdiri di Jalan Oro-oro Dowo pada tahun 1951. Ditahun 1958 pindah ke Jalan Padjajaran hingga sekarang.

"Petis masih original ramuan dari sang buyut. Yang kita jaga ya cita rasa yang turun temurun. Bahkan banyak yang dulu pelanggan buyut, sudah punya cucu atau cicit kini beli disini juga. Jadi selain yang jualan pelangganya juga turun temurun," papar Agustina.

Ada dua pantangan yang harus dijaga oleh penerus rujak pojok Klojen ini. Yakni menjaga cita rasa yang turun temurun dan dilarang berjualan hingga malam hari maksimal hanya pukul 17.00 WIB.

"Pelangganya banyak dari luar daerah juga. Saat bertamasya mampir beli rujak. Harga dari nenek itu awalnya jualan Rp700 sampai sekarang Rp24 ribu. Pembeli banyak yang wisatawan disarankan oleh agen travel atau pemandu wisata yang mencari kuliner legendaris Malang," ujar Agustina.

Rasa rujak uleg pojok cukup terasa, paduan kacang dan petis terasa gurih. Pelanggan disini bisa memilih menggunakan cingur sapi atau tanpa cingur sapi. Selain jualan rujak juga berjualan beberapa menu lainnya.

Seperti, rujak manis gado-gado, lontong cap gomeh, beberapa jenis mie pangsit khas Malang dan minuman tradisional es dawet dan es kolak. Menurut Agustina penambahan menu baru dilakukan sejak depot legendaris ini dipegang dirinya dan kakaknya.

"Kalau rujak uleg itu isinya sayur kangkung, timun, kecambah dipadu dengan tempe, tahu, menjes, lontong dan cingur sapi. Rujak uleg bisa dipesan dengan rasa pedas atau biasa, tergantung permintaan lombok pemesan rujak," tandasnya. (luc/kun)

Tag : kuliner malang

Komentar

?>