Jum'at, 19 Oktober 2018

Hotel Majapahit Tanam Seribu Pohon Bakau

Jum'at, 27 April 2018 17:29:58 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Hotel Majapahit Tanam Seribu Pohon Bakau

Surabaya (beritajatim.com) - Saat ini Kota Surabaya sudah memiliki beberapa ruang hijau dengan adanya berbagai taman kota yang sudah mulai banyak dibangun oleh Pemerintahan Kota Surabaya. 

Tidak hanya itu, selain keberadaan taman kota, Surabaya juga mempunyai ekowisata Mangrove Wonorejo sebagai bukti pelestarian lingkungan. 

Hutan bakau yang memiliki area lebih dari 200 hektar ini juga menjadi habitat untuk 30 spesies binatang yang dilindungi.

Hotel Majapahit Surabaya melalui program Planet 21 bersama dengan grup AccorHotels Jawa Timur lainnya melakukan aksi nyata bersama siswa-siswi SMA Negeri 20, SMP Negeri 11, SMP Negeri 41 dan Tunas Hijau melakukan tanam 1000 bibit pohon tanjang dan api-api. 

Ditempuh dengan perahu kurang lebih 20 menit menuju ke tempat penanaman dengan daya tampung berkisar untuk 15 orang. 

Pemandangan disekitar sungai terdapat kera ekor panjang, burung kuntul dan ikan belanak yang melompat-lompat. 

Kedalaman air sungai yang akan ditanami kurang lebih 1,2 meter. 

Yang dipersiapkan pertama kali adalah bambu sepanjang 2 meter dibenamkan ke dasar sungai, kemudian bronjong (terbuat dari bambu yang dianyam) diangkat dan ditaruh ditengah bambu tadi, lumpur yang berada didasar sungai diambil untuk ditata didasar bambu, barulah kemudian bibit tanaman dimasukkan diantara bambu dan bronjong. 

Kegunaan bronjong agar bibit tanaman tersebut tidak terbawa arus sungai dan tertanam dengan baik.

Planet 21 merupakan sebuah program menyeluruh yang berhubungan dengan lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan sebagai bagian penting dari strategi bisnis AccorHotels di seluruh dunia. 

Dengan tema Share Positive Ecogesture, berharap agar lebih sadar terhadap lingkungan. “Dengan adanya aksi ini semoga penanaman 1000 bibit pohon bakau dapat membantu mengurangi terjadinya abrasi di daerah pantai timur kota Surabaya, manfaatnya tidak hanya untuk saat ini, tapi juga untuk masa depan.” kata Emilia Kusrini, Director of Talent & Culture.[ted]

Komentar

?>