Selasa, 22 Mei 2018

Inovasi SI Sulap Infrastruktur Desa Pinge Jadi Destinasi Wisata Ternama

Sabtu, 21 April 2018 16:00:49 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Inovasi SI Sulap Infrastruktur Desa Pinge Jadi Destinasi Wisata Ternama

Gresik (beritajatim.com) - Salah satu desa yang terus berbenah di Kabupaten Tabanan, Bali. Yakni, Desa Pinge, Kecamatan Marga memang dikenal dengan masyarakatnya yang memegang teguh adat-istiadat. 

Selain memiliki lingkungan yang asri, dan rumah tradisional. Desa tersebut, berbeda dengan desa lainnya di Bali. 

Pasalnya, ada aturan warga setempat dilarang membangun rumah melampaui tembok pembatas diatas selokan. Sehingga, rumah warga Desa Pinge terlihat seperti garis lurus tidak ada yang maju kedepan.

Uniknya, aturan itu diberlakukan secara hukum. Bunyinya setiap penduduk Pinge dilarang membangun bangunan baru di pembatas tembok. Kep Bupati Tabanan nomor 337 2004 tanggal 18 Jul 2014.

Desa Pinge yang saat ini disulap menjadi destinasi tujuan wisata (Tourism Village), selain wisata kenamaan di Bali seperti Pantai Kuta, Danau Bedugul, Tanah Lot, dan Tampak Siring. 

Layak menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi. Dengan menyuguhkan keramah-tamahan warga, adat-istiadat dan keunikan tradisional. 

Harapannya, wisatawan yang berkunjung ke Bali tidak hanya selalu melihat tempat wisata yang sudah umum. Tapi juga ada desa wisata. 

Sejarah Desa Pinge dimulai sejak tahun 2003. Pada waktu itu, ada rombongan turis dari Jerman yang mengendarai mobil VW. 

Saat masuk ke desa itu, beberapa turis tersebut kaget melihat lingkungannya yang masih asri dengan keunikan adat-istiadat yang dimiliki. 

Salah satu turis tanya ke guide yang mendampinginya. Desa seperti ini layak dijadikan tempat wisata.

Berawal dari itu, I Made Denayasa (63) selaku penggagas wisata Desa Pinge tergugah hatinya bagaimana membangun desa wisata yang berbeda dengan desa wisata lainnya. 

Berbekal pernah berdinas di Dinas Pariwisata. I Made Denayasa membuat semacam konsep (resume) ke pemerintah daerah. Ide dan gagasan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) itu, akhirnya membuahkan hasil. Dengan catatan infrastruktur Desa Pinge harus dibenahi supaya wisatawan yang berkunjung agar nyaman.

"Kami berterima kasih sama PT Semen Indonesia. Sebab, melalui bantuan pengecoran beton poros di area gerbang selamat datang. Serta di area jalan seluas 225m2, dan flash concrete di area Balai Ekonomi Desa (Balkondes) seluas 546 m2. Kegiatan-kegiatan kebudayaan yang menarik wisatawan akan terpusat di area tersebut," ujarnya, Sabtu (21/04/2018).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi PT Semen Indonesia (persero) Tbk, Sigit Wahono menjelaskan, perusahaanya terlibat dalam pembangunan Desa Pinge mulai tahun 2016. 

Sesuai dengan tupoksinya. Kementrian BUMN  mendukung pergerakkan desa wisata. Harapannya, memberi manfaat yang baik. Sebab, ada hal baru di pesona wisata Desa Pinge. 

"Melalui produk porous concrete dan flash concrete merupakan produk inovasi kami yang ramah lingkungan karena mampu menyerap air dan sangat cocok untuk tekstur tanah bangunan di Desa Pinge," paparnya. 

Porous concrete adalah inovasi dari PT Semen Indonesia (SI) dalam upaya mengatasi berkurangnya daerah serapan air yang diakibatkan oleh banjir. Inovasi dari SI itu, juga berfungsi sebagai pavement sekaligus sekaligus sebagai serapan air untuk diteruskan ke dalam tanah, dan membantu cadangan penyimpanan tanah, dan memperbaiki siklus hidrologi. 

Sedangkan flash concrete merupakan solusi pengerjaan jalan dengan cepat membentuk strenght. Sehingga, jalan yang diperbaiki dapat segera dipergunakan. Kedua inovasi tersebut sangat cocok dengan alam Desa Pinge yang masih alami dan asri. 

Kini, setelah berbenah Desa Pinge siap menerima kunjungan wisatawan. Disana, wisatawan langsung disambut dengan keunikan atraksi serta keramah-tamahan warga setempat.

Sayangnya, sarana infrastruktur desa tersebut masih terkendala oleh telekomunikasi (IT). Sarana tersebut sangat penting untuk mempromosikan Desa Pinge di dunia maya terkait dengan keanekaragaman budayanya.

Sayangnya, sarana infrastruktur telekomunikasi (IT) di Desa Pinge masih terkendala. Padahal, informasi IT sangat cocok untuk mempromosikan wisata Desa Pinge melalui akses medsos maupun perangkat lainya. [dny/ted]

Tag : wisata bali

Komentar

?>