Jum'at, 25 Mei 2018

PG Pesantren Baru Kediri Gelar Tradisi 'Manten Tebu'

Sabtu, 21 April 2018 15:49:51 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
PG Pesantren Baru Kediri Gelar Tradisi 'Manten Tebu'

Kediri (beritajatim.com) -- Pernikahan tidak selamanya terjadi pada manusia. Tetapi, dua batang tebu pun bisa menjalani prosesi tersebut. Pernikahan ini terjadi di Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kota Kediri. Tradisi digelar menjelang musim giling tebu.

Bertepatan dengan Hari Kartini, Sabtu (21/5/2018) pagi pabrik gula yang berada di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini sudah dipenuhi warga. Mereka terlihat begitu antusias menyaksikan tradisi rutin resepsi pengantin batang tebu.

Meski digelar setiap tahunnya, tetapi tidak menyurutkan minat warga untuk melihat. Mereka tertarik dengan keunikan resepsi pernikahan dua batang tebu tersebut. 

Kemeriahan dan kemegahan pernikahan dua batang tebu ini tidak kalah dengan pernikahan manusia. Bahkan, dua batang tebu yang dinikahkan juga dirias layaknya pengantin sungguhan.

Keduanya dibawa oleh dua orang sesuai jenis kelaminnya. Selama perjalanan, para pengiring bersholawat bersama. Sesampaikan di PG Pesantren Baru 'kedua mempelai' kemudian diserahkan.

Tebu pengantin diletakkan di penggilingan untuk menandai dimulainya musim giling tahun 2018. Dengan ritual rutin ini, semua pihak, khususnya managemen PG Pesantren Baru Kota Kediri berharap, musim giling tahun ini lancar tanpa ada halangan.

Menurut General Menager PG Pesatren Baru HB Koes Darmawanto, prosesi ini merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan sejak dulu. Seluruh pegawai, petani, masyarakat dan jajaran pemerintah daerah hadir."Kami berharap proses giling berjalan dengan lancar tidak ada kendala," katanya. 

Dia menjelaskan, penyatuan dua batang tebu ini merupakan perlambang keinginan PG Pesantren Baru dan petani agar musim giling tahun ini dapat berjalan dengan lancar, serta menghasilkan kristal gula berkualitas dan melimpah. (nng/ted)

Tag : tebu gula

Berita Terkait

    Komentar

    ?>