Jum'at, 27 April 2018

Ngaji Medsos di Sidoarjo, Apa yang Istimewa?

Minggu, 15 April 2018 13:19:35 WIB
Reporter : M. Ismail
Ngaji Medsos di Sidoarjo, Apa yang Istimewa?

Sidoarjo (beritajatim.com)--Ajakan berperilaku yang baik dalam media sosial, memerangi berita provokatif yang menyebarkan kebencian dan hoax, terus disuarakan berbagai kalangan.

Seperti yang dilakukan komunitas Sidoarjo Positif melalui kegiatan Ngaji Medsos di halaman Yayasan Al Islamiyah di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan itu diikuti secara antusias oleh 350 siswa sekolah menengah pertama dan atas itu cukup meriah. Rasa semangat dan antusias santriwan dan santriwati itu sangat tampak sekali.

Hadir pembicara yang mengisi acara tersebut, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji, Pimred NUkita.id Zulham Mubarak, dan Pimred Times Indonesia Yatimul Ainun.

Kegiatan ini juga menghadirkan mantan pecandu narkoba Sasongko Prasetyo serta Candra Rama dari Surabaya Black Cat. Keduanya dihadirkan untuk memberikan pemaparan atau sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

Founder Sidoarjo Positif Satya Adhi Wicaksana mengatakan, internet sudah menjadi kebutuhan saat ini, terutama para netizen atau warganet yang setiap hari bersosialisasi lewat medsos.

Internet dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan informasi atau berita terkini. Sampai perkara taksi atau ojek maupun pesan makanan dan berbelanja bisa didapatkan secara online atau dengan fasilitas internet. "Sekarang ini serba internetlah," katanya, Minggu (15/4/2018).

Menurut Satya, internet sangat memudahkan masyarakat untuk beraktivitas ataupun mendapatkan apa yang dibutuhkan. Namun di sisi lain, internet juga bisa digunakan kelompok orang tak bertanggung jawab melakukan hal negatif.

Seperti menyebarkan berita provokatif, ujaran kebencian pada kelompok tertentu yang berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) hingga penyebaran konten berbau porno atau pornografi.

"Warganet, terutama kalangan muda atau generasi milineal harus bijak saat menggunakan medsos, tidak mudah menanggapi apalagi terpancing berita yang provokatif dan menyebarkan ujaran kebencian. Mari kita memberikan hal yang positif, terutama kepada Sidoarjo," papar Satya mengajak.

Kombespol Himawan Bayu Aji menyambut baik kegiatan yang dilakukan Komunitas Sidoarjo Positif tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus lebih sering digelar agar bisa mendorong warganet lebih bijak dan pintar dalam bermedsos. "Kaum milenial harus bisa menjadi garda terdepan untuk menangkal munculnya berita hoax," seru Himawan.

Himawan menambahkan, munculnya berita hoax yang diterima oleh warganet, menyikapinya harus bijak. Yakni dengan melakukan kroscek terlebih dahulu akan kebenaran berita tersebut.

"Jangan langsung percaya dengan berita yang memiliki judul bombastis tapi isi beritanya gak nyambung dengan judul. Jangan terpengaruh dengab berita bohong alias hoax," tegasnya.

Hal senada dikatakan Zulham Mubarak, bahwa warganet saat ini dengan mudah langsung menanggapi atau bahkan menyebarkan ulang munculnya berita yang sebenarnya hoax. Hal ini akibat ketidaktahuan mereka sehingga mudah terpengaruh dan tanpa dilakukan kroscek kebenarannya terlebih dulu.

"Dengan Ngaji Medsos ini diharapkan, jika nantinya ada informasi agar selalu di chek kebenarannya. Selalu ada tabayyun jika ada berita yang diterima," kata Zulham.

Begitu juga yang disampaikan Yatimul. Warganet harus pandai-pandai memilih dan memilah mana berita yang benar dan salah. "Masyarakat jangan sampai salah dalam mengkonsumsi berita maupun lainnya yang muncul dalam medsos," tukasnya.

Reni, salah satu siswa peserta Ngaji Medsos mengaku mendapatkan wawasan bermanfaat. Minimal bisa melatih untuk lebih bijak dan sehat dalam bermedsos.

Menurutnya, bermedsos bisa membawa manfaat positif dan negatif. Bahkan berinternet bisa memecah belah kerukunan kehidupan bermasyarakat, beragama, bahkan berbangsa, apabila warnaget tidak bijak bermedsos. "Sebab melalui medsos dan berita-berita hoax sudah ada yang berusaha memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tuturnya.

Kepala Sekolah SMA Al-Islamiyah Scholihan mengaku berterima kasih dengan digelarnya Ngaji Medsos ini. Apalagi kegiatan Ngaji Medsos ini baru pertama kalinya dilakukan di lingkungan Yayasan Al-Islamiyah. "Ini kegiatan yang sangat bermanfaat terutama bagi siswa-siswi kami," imbuh dengan bersyukur . [isa/air]

Tag : medsos

Berita Terkait

    Komentar

    ?>