Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

DPRD Tulungagung Bawa Pokdarwis Belajar Pariwisata Banyuwangi

Jum'at, 13 April 2018 07:19:50 WIB
Reporter : Rindi Suwito
DPRD Tulungagung Bawa Pokdarwis Belajar Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Terinspirasi progres pariwisata Banyuwangi yang mampu mendongrak pertumbuhan ekonominya, kepala desa, kelompok sadar wisata (pokdarwis) se-Kabupaten Tulungagung datang ke Banyuwangi untuk belajar dan sharing tentang pariwisata.

Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono mengatakan, pesatnya perkembangan pariwisata Banyuwangi ini menginspirasi pihaknya untuk datang ke kabupaten yang berada di ujung timur pulau jawa tersebut.

"Kemajuan Banyuwangi di bidang pariwisata sangat luar biasa. Sebagai daerah yang geofrafisnya sama, kami ingin meniru dari Banyuwangi biar bisa maju juga,” kata Supriyono, Jumat (13/4/2018).

Supriyono berujar, pengembangan progres pariwisata Banyuwangi tidak memerlukan anggaran besar. Namun bisa mendongkrak kunjungan wisatawan.

"Nah ini yang kami juga ingin tahu bagaimana progres pariwisata di Banyuwangi yang katanya tidak memerlukan anggaran besar namun bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Banyuwangi," katanya. 

Supriyono yang datang membawa ratusan orang sengaja ingin tahu bagaimana sinergi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam penyelenggaraan festival-festival tanpa melibatkan Event Organizer (EO). Termasuk sinergi SKPD dalam menuntaskan pelayanan publik yang tidak menggunakan bentuk surat menyurat, melainkan via aplikasi dalam smartphone. 

"Kami juga ingin tahu semua, sehingga nantinya ilmu yang kami dapat dari Banyuwangi ini bisa kami bawa ke Tulungagung untuk membangun daerah kami agar lebih maju," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, mengatakan, sektor pariwisata menjadi salah satu pengungkit sektor lainnya yang saling bersinergi dalam menumbuhkan perekonomian.

Dalam mengembangkan pariwisatanya, kata Wabup, Banyuwangi konsisten melakukan promosi daerah melalui event kreatif bertajuk Banyuwangi Festival.

Tahun 2018 ini ada 77 even yang akan digelar sepanjang tahun sebagai cara mengungkit kunjungan wisatawan.

"Sedangkan untuk pengembangan obyek pariwisata, Banyuwangi tak meniru dearah lain. Cukup memaksimalkan potensi pariwisata yang ada. Seperti gunung, pantai, perkebunan, hutan dan persawahan menjadi destinasi yang siap dikunjungi wisatawan," terang Wabup.

"Beberapa destinasi wisata harus bagus aksesnya, kecuali yang memang dikonsep adventure. Untuk akses ini, kami melengkapi infrastruktur pendukungnya. Seperti bandara dan  pembangunan jalan menuju akses wisata," ujar Wabup.

Menjawab pertanyaan Supriyono, MY Bramuda menambahkan, dalam menyelenggarakan festival-festival atau memberikan pelayanan publik, di Banyuwangi selalu dilakukan secara keroyokan antar SKPD.

"Semua ego sektoral masing-masing SKPD ditanggalkan. Bahkan, untuk menerima pengaduan tentang permasalahan kemiskinan kita memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter dan facebook. Dari aduan yang diterima, lalu dilanjutkan penanganannya melalui grup WhatsApp SKPD dan Camat," pungkas Bram. [rin/suf]

Komentar

?>