Jum'at, 23 Februari 2018

Budaya Literasi Bisa untuk Perangi Hoax

Jum'at, 09 Februari 2018 13:03:43 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Budaya Literasi Bisa untuk Perangi Hoax

Malang(beritajatim.com) - Marlinda Irwanti anggota komisi X DPR RI mengatakan Indonesia menjadi negara penyebar hoax terbesar di dunia. Menurutnya, informasi bohong alias hoax bisa diperangi dengan budaya literasi.

"Kita bangsa yang menyebar hoaks terbesar di dunia tetapi tidak punya budaya literasi. Bangsa cerdas itu bangsa membaca, budaya literasi kita rendah maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita rendah, ketahanan bangsa kita rendah ketahanan masyarakat rendah karena budaya literasi yang rendah," kata Marlinda saat di Malang, Jumat, (9/2/2018). 

Marlinda mengingatkan kebiasaan menyebar informasi bohong sangatlah berbahaya.

Selain membuat adu domba antara golongan, berita hoax dianggap sebagai ancaman pemecah belah bangsa Indonesia. "Tingkatkan budaya literasi dan perangi hoax. Karena hoax membuat kita bodoh, hoaks membuat kita menjadi bangsa yang terpecah belah. Jangan jadi penyebar hoax jadi penyebar penulis saja jangan jadi penyebar ujaran kebencian," ujar Marlinda. 

Dimusim pemilihan kepala daerah dan jelang pemilihan legislatif 2019 mendatang, Marlinda berharap masing-masing anggota legislatif baik dari tingkat daerah, provinsi, hingga pusat memiliki kesadaran untuk berkontribusi ke masyarakat dengan menyediakan perpustakaan keliling. 

Politisi partai Golkar itu mengatakan, mobil perpustakaan diharapkan menjadi salah satu cara memulai budaya literasi. Sebab, literasi bisa membuat masyarakat membedakan konten-konten berita baik dan buruk. 

"Bukan hanya mobil ambulans berseliweran dengan gambar calon legislatifnya, atau kepala daerah. Tapi kepedulian, bagaimana mendekatkan masyarakat untuk mudah membaca," tandas Marlinda. (luc/ted)

Tag : perpustakaan

Komentar

?>