Senin, 22 Oktober 2018

Banyuwangi Festival 2018 Dimulai, Diawali Sedekah Oksigen dan Toilet Bersih

Senin, 05 Februari 2018 17:45:35 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Banyuwangi Festival 2018 Dimulai, Diawali Sedekah Oksigen dan Toilet Bersih

Banyuwangi (beritajatim.com) - Festival Toilet Bersih dan Sedekah Oksigen menjadi agenda pembuka dalam gelaran Banyuwangi Festival 2018. Tahun ini, Pemkab Banyuwangi memiliki 77 agenda yang masuk dalam kalender resmi kegiatan di sepanjang tahun.

“Kami berikhtiar untuk menghadirkan layanan pariwisata yang komprehensif. Pesona alam boleh luar biasa, atraksi seni-budaya bisa spektakuler, tapi tanpa kebersihan termasuk toilet, semua bisa saja jadi sia-sia,” terang Bupati Abdullah Azwar Anas saat membuka festival di di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Senin (5/2/2018).

Dalam Festival ini, masyarakat dilibatkan dalam menjaga kebersihan dan keasrian daerah. Lomba kebersihan toilet digelar mulai tingkat RT, perumahan, sekolah, fasilitas publik, pesantren, tempat ibadah, hingga destinasi wisata.

"Agenda Festival Toilet Bersih dan Sedekah Oksigen merupakan komitmen daerah terhadap upaya mewujudkan destinasi yang nyaman, bersih, dan hijau," ungkapnya.

Kebersihan toilet ini, kata Anas, akan terus dikampanyekan, khususnya di ruang-ruang publik.

"Seperti toilet yang ada di SDN 2 Alas Malang. Meskipun berada di desa, sekolah ini toiletnya bagus, pencahayaannya cukup dan kebersihannya terjaga. “ ujar Anas.

Pemilihan lokasi pembuka festival tahun ini bukan tanpa alasan. Hal ini lebih menitikberatkan pada partisipasi warga daerah Alas Malang yang guyub dan semangat.

"Untuk itu, kami ingin mengapresiasi warga di sini dengan cara menggelar ajang perdana Banywuangi Festival di Desa Alasmalang,” jelas Anas.   

Lokasi dua ajang pembuka Banyuwangi Festival tersebut ada di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh ini merupakan arena tradisi Kebo-keboan yang tiap tahunnya menyedot ribuan wisatawan. Warga desa ini telah ajeg menggelar ritual Kebo-keboan sejak puluhan tahun lalu hingga berkembang menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.

"Partispasi warga desa ini sangat tinggi, dan ritualnya sangat kuat di sini. Ini bisa menjadi cikal bakal desa wisata Banyuwangi," imbuhnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Husnul Chotimah mengatakan, Gerakan Sedekah Oksigen yang diluncurkan sejak 2013, saat ini telah berhasil menanam 6,7 juta pohon.

“Itu yang terdata, belum yang swadaya masyarakat. Pastinya lebih banyak. Sebagian pohon yang ditanam adalah yang mempunyai dampak ekonomi ke warga, terutama beragam komoditas hortikultura seperti durian merah,” kata Husnul. [rin/but]

Komentar

?>