Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Menengok Kampung Semanggi di Kota Surabaya

Minggu, 14 Januari 2018 09:06:04 WIB
Reporter : Lussy Roichatul J
Menengok Kampung Semanggi di Kota Surabaya
Kawasan kampung semanggi di Kota Surabaya. [Foto: Lussy/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Semanggi dicirikan dengan dedaunan yang disiram bumbu kecokelatan, ditambah kerupuk puli sebagai pelengkap, kemudian disajikan diatas daun pisang yang berbentuk seperti segitiga. Kuliner tradisional khas Kota Surabaya ini rupanya masih setia diminati masyarakat hingga sekarang.

Seperti diketahui, semanggi menjadi makanan khas Kota Pahlawan ini berawal dari tumbuhnya semak semanggi akibat wilayah Surabaya yang dipenuhi rawa. Alhasil, masyarakat kemudian menjadikannya sebagai makanan.

Meski demikian, semanggi tidak mudah dijumpai diseluruh wilayah Surabaya, melainkan hanya di beberapa wilayah tertentu. Mayoritas penjual makanan semanggi ini berasal dari warga Kecamatan Benowo, khususnya Kampung Kendung, Keluruhan Sememi.

Di wilayah pinggiran kota Surabaya yang berbatasan dengan Gresik ini, sebanyak 155 warganya mengadu nasib dengan menjual semanggi. Ada yang menanam semanggi sendiri, namun ada pula yang membeli dari petani semanggi.

Sehingga, tidak heran jika wilayah ini dijuluki dengan sebutan kampung semanggi.

Sebagian besar dari merekalah yang menjajakan semanggi di pelosok Kota Surabaya maupun Sidoarjo. Isnaini Wati contohnya, wanita paruh baya ini menjual semangginya di sekitar perumahan Taman Candiloka, Sidoarjo.

“Biasanya saya berangkat jualan pukul 6 pagi bersama rombongan ibu-ibu yang lain. Kemudian kami menyebar di berbagai tempat. Selesai jualan pun tidak tentu, kadang jam 3 sore, tetapi kalau ramai hanya sampai jam 12 siang saja” ucapnya.

Isnaini menjelaskan jika mengolah makanan semanggi cukup mudah.”Biasanya saya membeli semanggi dari petani. Setelah itu, semanggi dijemur lalu direndam air panas selama 5 menit. Jika sudah mendidih, ditiriskan kemudian direndam di air dingin,” tuturnya kepada beritajatim.com.

Umumnya, daun semanggi disajikan bersama dengan sayuran lain seperti tauge dan bunga turi. Selanjutnya untuk menambah cita rasa, dituangkan bumbu khasnya yang terdiri dari gula merah, kacang tanah dan ketela rambat. Bumbu tersebut menimbulkan rasa manis dan gurih saat di lidah.

Penyajiannya pun terbilang sederhana karena masih menggunakan daun pisang.

Selain untuk makanan, daun semanggi juga diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti mengobati hepatitis, melancarkan aliran darah , meredakan demam, mengatasi infeksi saluran kencing, dan masih banyak penyakit lainnya. [cha/air]

Tag : kuliner

Komentar

?>